Kejati NTB Tunggu Laporan untuk Usut Pengadaan Benih Jagung Diduga Kedaluwarsa

0
Benih jagung yang dibagikan kepada petani di Desa O'o, Kecamatan Donggo, Bima.

Mataram, katada.id – Benih jagung yang disalurkan di Bima dikeluhkan petani. Benih jagung Golden Premium varietas HJ 21 Agritan itu diduga diproduksi tahun 2020.

Hal itu diketahui dari label yang tertempel di bagian bawah depan kemasan benih jagung. Label bertuliskan tahun 2020 ditutupi lagi dengan label tahun 2021.

Baca JugaPetani di Bima Keluhkan Benih Jagung Bantuan: Tak Sesuai Usulan dan Diduga Kedaluwarsa!

Kajati NTB, Tomo Sutopo mengaku kaget dengan temuan petani tersebut. Ia menyarankan kepada warga untuk melaporkan secara resmi kepada kejaksaan. ’’Dimana itu? Laporkan. Kami tunggu laporannya ya,’’ terang Tomo, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, laporan warga tersebut akan menjadi dasar pihaknya untuk turun ke lapangan. Mengumpulkan data dan keterangan berkaitan dengan pengadaan benih jagung. ’’Kami akan tindaklanjut kalau laporan sudah masuk,’’ ujarnya.

Baca JugaTebang Pohon di Kawasan Hutan Toffo Rompu, Petani di Bima Ditangkap Polhut NTB

Diberitakan sebelumnya, bantuan benih jagung yang dibagikan kepada petani di Desa O’o, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima dikeluhkan. Label di dalam kemasan benih jagung bantuan tertulis tahun 2020. Tetapi ditutupi atau ditindih dengan label baru yang tertulis tahun 2021.

’’Labelnya tertulis masa tahun 2020, namun telah ditempel dengan label yang bertuliskan tahun 2021. Kami khawatir benih ini kedaluwarsa,” ungkap salah seorang penerima bantuan benih jagung di Desa O’o, Risman. (sm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here