Scroll untuk baca artikel
NasionalOlahraga

Kejurnas Berkuda Memanah III Seri I 2026 Berakhir, NTB Raih 1 Emas dan 3 Medali

×

Kejurnas Berkuda Memanah III Seri I 2026 Berakhir, NTB Raih 1 Emas dan 3 Medali

Sebarkan artikel ini

Bogor, Katada.id — Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Berkuda Memanah III Seri I 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama empat hari di Kawasan Wisata Terpadu Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN), Bogor, Jawa Barat, 17–20 September 2026.

Sebanyak 98 atlet dari 13 provinsi ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertandingkan 14 kategori, baik junior maupun senior, putra maupun putri.

Kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) menutup kejuaraan dengan torehan 1 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Raihan tersebut menempatkan NTB di posisi tiga besar dari 13 provinsi peserta Kejurnas.

Medali emas NTB dipersembahkan Arum Nazlus Shobah pada kategori Tower 90 Senior Putri. Arum juga meraih medali perak pada kategori Turangga Astra 1 Senior Putri serta Raid 233 Senior Putri.

Sementara itu, Tio Fawwaz Ananta menyumbangkan medali perak untuk NTB pada kategori Turangga Astra 1 Senior Putra. Raihan tersebut melengkapi prestasi kontingen NTB dalam Kejurnas Berkuda Memanah III Seri I 2026.

Direktur Eksekutif Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Berkuda Memanah Indonesia, Ir. Widodo Edi Sektianto, S.Pd., M.M., menutup secara resmi Kejurnas pada Minggu (20/9).

Widodo mengatakan Kejurnas menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus evaluasi terhadap program yang dijalankan pengurus provinsi. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas atlet sebelum menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara.

“Setiap pertandingan harus kita jadikan sebagai bagian dari proses evaluasi dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas atlet,” kata Widodo dalam sambutannya.

Menurut dia, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar atlet yang nantinya menjadi juara pada PON XXII/2028 memiliki kesiapan untuk bersaing di level internasional dan membawa nama Indonesia.

Widodo juga mengapresiasi penyelenggaraan Kejurnas, termasuk dukungan tuan rumah terhadap fasilitas pertandingan.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kejuaraan ini,” ujarnya.

Dia juga menilai pelaksanaan kompetisi berjalan relatif aman dengan minim insiden selama pertandingan.

“Kami bersyukur bahwa selama pelaksanaan pertandingan dalam Kejurnas kali ini insiden yang terjadi sangat minim. Ini menjadi hal positif dan menunjukkan bahwa aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kompetisi telah menjadi perhatian bersama,” kata Widodo.

DKI Jakarta Juara Umum

Dalam Kejurnas tersebut, kontingen DKI Jakarta keluar sebagai juara umum dengan perolehan 25 poin.

Sejumlah atlet DKI Jakarta juga mencatatkan prestasi menonjol. Rayyan Abdul Karim dinobatkan sebagai Atlet Putra Terfavorit dengan 8 poin, sedangkan Atlet Putri Terfavorit diraih Alena Rabbani Putri Satriwan dengan 8 poin.

Pada kategori Fast Shooting Senior Putra, Omar El Farooq Putra Alleut dari Jawa Timur menjadi juara pertama, disusul Daniel Azmi Muhammad dan Abdurrahman yang juga berasal dari Jawa Timur.

Sementara pada Fast Shooting Senior Putri, Kanya Nasheefa dari Sumatera Barat meraih juara pertama, diikuti Iffah Izaty Ramadhani dari Bengkulu dan Mutiari Juwita dari Sumatera Barat.

Pada nomor Triple Shooting Senior Putra, Muhammad Ridho Rasyid Taufat dari Kalimantan Selatan menjadi juara pertama. Posisi berikutnya ditempati Hammam Arsya Kanaya dari Jawa Tengah dan Muhammad Faqri Naufal Syakri dari Sumatera Barat.

Untuk Triple Shooting Senior Putri, Azwa Nur Hanifa dari Jawa Timur menjadi juara pertama, disusul Aqilah Fathiyah El Haq dari Jawa Timur dan Dzakira Talita Zahra dari Riau.

Pada nomor Tower 90 Senior Putra, Omar El Farooq Putra Alleut kembali meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Arsa Wening Arrasyad dari DKI Jakarta dan posisi ketiga Muhammad Yahya Ayyash dari Jawa Tengah.

Sedangkan Tower 90 Senior Putri dimenangi Arum Nazlus Shobah dari NTB. Posisi kedua ditempati Putri Rizki Ayasha dari DKI Jakarta, sedangkan posisi ketiga diraih Zalma Salsabila Nayla dari Jawa Tengah.

Pada kategori Turangga Astra 1 Senior Putra, Rayyan Abdul Karim dari DKI Jakarta menjadi juara pertama. Tio Fawwaz Ananta dari NTB berada di posisi kedua dan Muhammad Yahya Ayyash dari Jawa Tengah di posisi ketiga.

Untuk Turangga Astra 1 Senior Putri, Alena Rabbani Putri Satriwan dari DKI Jakarta menjadi juara pertama, diikuti Iffah Izaty Ramadhani dari Bengkulu dan Arum Nazlus Shobah dari NTB.

Sementara itu, kategori Raid 233 Junior Putra dimenangi Naryana Andi Hafy dari Banten. Posisi kedua diraih Rayyan Abdul Karim Ardianto dari DKI Jakarta dan posisi ketiga Abdurrahman dari Jawa Timur.

Pada Raid 233 Junior Putri, Aqilah Fathiyah El Haq dari Jawa Timur meraih juara pertama, disusul Alena Rabbani Putri Satriwan dari DKI Jakarta dan Felyana Sivil dari Banten.

Untuk Raid 233 Senior Putra, Muhammad Shalahudin Al Ayyubi dari Jawa Tengah menjadi juara pertama, diikuti Arsa Wening dari DKI Jakarta dan Gildan Javera dari Banten.

Adapun Raid 233 Senior Putri dimenangi Putri Rizki Ayasha dari DKI Jakarta. Arum Nazlus Shobah dari NTB berada di posisi kedua dan Henny Soviyati Karomah dari Jawa Timur di posisi ketiga.

Persiapan Menuju PON 2028

Widodo mengatakan rangkaian pembinaan atlet belum berhenti setelah Kejurnas Seri I. FN Pordasi Berkuda Memanah masih memiliki sejumlah agenda sebelum menuju PON XXII/2028.

“Kami berharap ke depan kompetisi ini dapat berjalan semakin baik dan kualitasnya terus meningkat. Masih ada beberapa event yang harus kita persiapkan menuju PON, termasuk Kejurnas pada Januari 2027 dan PON Berkuda 2027,” ujar Widodo.

Selain kompetisi, format pertandingan juga akan dikembangkan untuk memberikan pengalaman yang lebih beragam kepada para atlet.

Ketua Harian FN Pordasi Berkuda Memanah, Mayjen TNI Purn Agape Zakaria D, mengatakan pertandingan berikutnya akan menggunakan format Circle atau Circular.

“Jika pada Kejurnas kali ini kita menggunakan track atau lintasan lurus, maka pada event berikutnya akan menggunakan format Circle atau Circular,” kata Agape.

Menurut dia, perubahan format tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan agar atlet terbiasa menghadapi berbagai karakter pertandingan sebagai persiapan menuju PON.

Dengan raihan 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, NTB menutup Kejurnas Berkuda Memanah III Seri I 2026 di posisi tiga besar dari 13 provinsi. Capaian tersebut menjadi salah satu hasil evaluasi pembinaan atlet NTB menuju PON XXII/2028 di Nusa Tenggara. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *