Mataram, katada.id – Seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinisial Nadya Dwi Ranadhany ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Sakura VII, Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Senin (18/5/2026). Polisi menduga kematian korban tidak wajar dan masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana.
Korban diketahui merupakan mahasiswi semester VI Program Studi PGSD Unram, asal Dusun Bage Pungkur, Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.
Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kematian korban. “Kami masih lakukan pendalaman,” kata Dharma.
Tim kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Inafis Polresta Mataram dan tim dari Polda NTB. Langkah itu dilakukan untuk mengumpulkan bukti awal di lokasi kejadian. “Kami lakukan itu untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ujarnya.
Selain itu, penyidik juga telah berkoordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda NTB untuk melakukan visum luar terhadap jenazah korban. Proses autopsi akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga.
“Kalau otopsi kita lakukan setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga,” katanya.
Dharma menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil visum dan autopsi keluar. “Kami masih lakukan pendalaman dulu,” ujarnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman kos korban. Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat pada Jumat, 15 Mei 2026. “Dari pengakuan saksi, terakhir melihat korban pada Jumat lalu,” katanya.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun di lapangan, sepeda motor dan telepon genggam milik korban dilaporkan hilang. Namun, polisi masih mendalami kebenaran informasi tersebut. “Itu juga kami dalami,” kata Dharma.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi terbujur kaku di dalam kamar kos. Posisi tubuh terlentang dengan kepala mengarah ke utara dan mengenakan pakaian dalam.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan ada tidaknya tanda kekerasan pada tubuh korban. “Belum bisa kami pastikan ada luka-luka. Harus berdasarkan hasil visum,” ujarnya. (*)













