Bima, katada.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima kembali menggandeng TNI dan Polri dalam kegiatan gotong royong membersihkan sampah di kawasan Teluk Bima. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, Jumat (23/1/2026).
Gotong royong kali ini dilaksanakan di sepanjang ruas jalan lintas Bima–Sumbawa dengan total panjang kurang lebih 8 kilometer, mulai dari Patung Kuda, Taman Panda, Pantai Kalaki, hingga depan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin di Kecamatan Palibelo.
Turut hadir dan memimpin langsung kegiatan tersebut Kapolres Bima Kota AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, SIK, Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi, SE, serta jajaran Kodim 1608/Bima, Polres Bima Kota, dan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Bima.
Untuk memudahkan koordinasi, kegiatan gotong royong dibagi ke dalam tiga zona. Zona A meliputi ruas Patung Kuda hingga Pos SAR Bima sepanjang 2,5 kilometer dengan melibatkan personel Kodim 1608/Bima dan 14 OPD. Zona B dari Pos SAR Bima hingga Kalaki Beach Hotel sepanjang 2,5 kilometer yang melibatkan 15 OPD. Sementara Zona C mencakup ruas Kalaki Beach Hotel hingga depan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin sepanjang 3 kilometer dengan melibatkan personel Polres Bima Kota dan 17 OPD.
Bupati Bima, Wakil Bupati, dan Kapolres Bima Kota secara langsung memantau satu per satu aktivitas unit kerja yang terlibat dalam kegiatan tersebut guna memastikan pelaksanaan berjalan optimal.
“Terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Camat Palibelo, Kepala Desa Panda, serta seluruh pimpinan OPD dan jajarannya yang telah mendukung program pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Bupati Bima Ady Mahyudi.
Ia menegaskan, kegiatan serupa akan terus digalakkan sebagai upaya mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat, khususnya dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih di musim hujan yang berpotensi memicu banjir dan penyebaran berbagai penyakit.
“Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi kesehatan dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya. (*)













