Pengusaha Sarang Burung Walet di Bima Menunggak Pajak Rp3,7 Miliar

0
Ilustrasi. (google/net)

Bima, katada.id – Sejumlah pengusaha sarang burung walet di Bima menunggak pajak. Hingga Desember 2021 lalu, pengelola sarang burung walet belum melunasi piutang pajak sebesar Rp3.776.854.000.

Tunggakan ini masuk dalam catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) NTB. Menurut BPK, tunggakan pajak ini bersumber dari pengelola sarang burung walet  yaitu CV. BI di Kecamatan Parado tahun 2014 sebesar Rp76 juta.

“Kemudian CV. HB (disebutkana nama lengkap) di Kecamatan Sape tahun 2013 sebesar Rp1.141.964.000 dan Tahun 2014 sebesar Rp950.000.000,” ungkap BPK NTB dikutip dari salinan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Daerah Pemda (LKPD) Pemda Bima tahun 2022.

Terhadap tunggakan pajak tersebut, Bupati Bima pada saat itu bersurat kepada KPKNL Bima tertanggal 15 Januari 2016. Perihal terkait permintaan untuk dilakukan penanganan piutang negara. “Tetapi hingga berakhirnya pemeriksaan belum mendapatkan jawaban atas surat permintaan Bupati Bima tersebut,” beber BPK.

Sementara, pada tahun 2020 terdapat tunggakan pajak sarang burung walet oleh pihak pengelola CV. SM di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu sebesar Rp750.000.000. Pada tahun 2021 dilakukan pembayaran sebesar Rp250 juta.

“Sementara pada Tahun 2021 terdapat ketetapan sebesar Rp1.108.890.000,00, namun sampai dengan per 31 Desember 2021 belum dilakukan pembayaran,” sebut BPK.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Bima, Suryadin belum menjawab konfirmasi dari katada.id. Pesan singkat yang dikirim hanya dibaca saja.

Hingga berita ini diturunkan, katada.id masih mengupayakan melakukan konfirmasi kepada Pemda Bima. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here