Bima, katada.id- Kepolisian Resor Bima Kota masih menyelidiki kasus hilangnya Kifen, remaja berusia 18 tahun asal Dusun Doroma, Desa Sangeang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Hingga kini, keberadaan Kifen belum diketahui setelah dilaporkan tidak kembali saat berburu di kawasan Puncak Gunung Sangeang Api.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bima Kota AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra mengatakan, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi untuk mendalami peristiwa tersebut. Ketiganya adalah dua rekan korban yang ikut dalam rombongan berburu serta orang tua Kifen.
“Status mereka masih sebagai saksi. Kami hanya meminta keterangan, bukan mengamankan,” kata Dwi, Jumat (26/12).
Ia menjelaskan, satu rekan korban lainnya masih berada di lokasi bersama tim SAR gabungan untuk membantu proses pencarian di sekitar Gunung Sangeang Api.
Peristiwa hilangnya Kifen bermula pada Sabtu (13/12) saat ia bersama tiga rekannya berangkat menuju Puncak Gunung Sangeang Api untuk berburu kambing liar. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 Wita dan bermalam di sebuah goa.
Keesokan harinya, Kifen dan salah satu rekannya mendaki lebih dulu ke arah puncak. Sementara dua rekan lainnya menyiapkan perbekalan sebelum menyusul. Namun, saat bertemu kembali di jalur pendakian, Kifen tidak bersama rekannya yang turun dari puncak.
Upaya pencarian mandiri kemudian dilakukan oleh rekan-rekan korban hingga Senin pagi (15/12), tetapi tidak membuahkan hasil. Peristiwa tersebut lalu dilaporkan kepada warga setempat dan diteruskan ke Kantor SAR Mataram.
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian selama beberapa hari, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi SAR resmi ditutup pada Rabu (17/12).
Dwi mengatakan, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut di tengah berkembangnya berbagai spekulasi di masyarakat. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi. Penyelidikan akan kami maksimalkan,” ujarnya.
Selain penyelidikan kepolisian, upaya pencarian lanjutan masih dilakukan oleh tim SAR gabungan melalui jalur darat dan laut, termasuk penyisiran perairan di sekitar kaki Gunung Sangeang Api menggunakan perahu karet bermotor. (*)













