Mataram, katada.id — SMAN 1 Soromandi berhasil menembus tiga besar nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi tingkat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Capaian itu terungkap melalui ajang yang diselenggarakan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Nusa Tenggara Barat tahun 2026. Prestasi ini membuat SMAN 1 Soromndi meraih peringkat ketiga dan memperkuat posisinya sebagai salah satu sekolah unggulan di daerah.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala SMAN 1 Soromandi, M. Rifal Akbar. Ia menyebut capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh warga sekolah dalam menjaga kualitas proses pembelajaran.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pihak sekolah. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada penguatan kompetensi siswa,” ujarnya, Kamis (30/4).
Menurut dia Capaian itu menjadi motivasi bagi sekolah untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di masa mendatang.
Capaian nilai TKA itu juga mencerminkan efektivitas sistem pembelajaran yang diterapkan di SMAN 1 Soromandi. Sekolah dinilai mampu mengoptimalkan potensi intelektual siswa melalui perencanaan kurikulum yang adaptif, strategi pembelajaran inovatif, serta penerapan asesmen berkelanjutan.
Selain itu, budaya belajar yang disiplin dan kompetitif turut menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan tersebut. Dukungan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa juga dinilai berperan besar dalam menciptakan lingkungan akademik yang kondusif.
“Kami terus mendorong inovasi dalam proses pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi dan penguatan asesmen berkelanjutan. Harapannya, siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan karakter yang kuat,” ungkap pria yang akrab disapa Sambolo Kala itu.
Dalam konteks yang lebih luas, capaian ini turut berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Barat. Prestasi tersebut sekaligus menjadi refleksi atas konsistensi sekolah dalam mengembangkan kualitas pendidikan yang selaras dengan standar nasional serta tuntutan perkembangan zaman. (*)













