Reses di Bima, Akhdiansyah Diminta Perjuangkan Nasib Tenaga Honorer

0
241
Anggota DPRD NTB dari PKB Akhdiansyah saat menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan resesnya di Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Rabu (13/2).

Bima, Katada.id – Anggota DPRD NTB dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) V, Akhdiansyah, S.HI yang biasa dipanggil Guru Toi membuka kegiatan resesnya di Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Rabu (13/2).

Kata Guru Toi, Desa Tolowata terletak belasan kilometer dari ibu kota kabupaten. Terdapat 5 dusun di desa ini. Harus melewati gunung, jalan berkelok dan tebing untuk bisa sampai di desa ini. Meski akses jalan sudah bagus tapi lokasi desa yang jauh menjadi salah satu alasan tujuan lokasi reses pertama.

“Selain karena lokasi dan akses yang jauh dari pusat kota kabupaten, Tolowata sengaja kami pilih pertama sebagai lokasi reses karena salah satu basis relawan dan pemilih,” katanya.

Sambutan pada agenda reses sekretaris wilayah PKB disambut hangat masyarakat. Ini dibuktikan dengan kehadiran Kepala Desa, anggota Badan Perwakilan Desa (BPD), kepala dusun dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Tolowata. Hadir juga kelompok relawan Guru Toi dari desa-desa sekitar.

“Politik itu balas jasa. Kalau memang berkeinginan untuk mencalonkan diri pada periode kedua yang akan datang, kami siap akan dukung,” kata Kades Tolowata, Juwardi Hs, SH dalam sambutannya.

Pada sesi dialog, banyak aspirasi yang disampaikan oleh warga. Mulai dari pentingnya akses jembatan ekonomi desa, izin pendirian lembaga pendidikan anak usia dini, akses pekerjaan untuk pemuda, infrastruktur irigasi sampai pada nasib guru honorer.

“Di sini banyak pemuda yang menganggur. Mohon diperjuangkan agar pemuda bisa mendapatkan akses bantuan perbengkelan. Itu penting untuk meningkatkan ekonomi dan menghindari perbuatan negatif oleh pemuda,” kata Faisal, perwakilan anggota BPD.

Mendengar berbagai aspirasi dan pertanyaan dari perwakilan warga yang hadir, Guru Toi bersama tim mencatat semua saran dan masukan warga untuk diperjuangkan setelah kembali dari reses ini.

“Kita akan perjuangkan terus berbagai harapan yang disampaikan masyarakat. Caranya dengan menyampaikan kepada organisasi pemerintah daerah (OPD) dari tingkat provinsi dan kabupaten. Termasuk dengan memasukkan dalam kegiatan pokok pikiran (Pokir) yang paling cepat dimulai akhir tahun 2020,” jelas Akhdiansyah.

Di akhir dialog, Guru Toi juga memberikan seperangkat sound system kepada masyarakat yang diberikan secara simbolis kepada kepala dusun.

“Alhamdulillah hari ini kita diberikan sound system oleh bapak Akhdiansyah. Ini sangat penting, karena selama ini kalau ada acara hajatan, warga harus menyewa,” kata Hasnun, salah seorang relawan dari Desa Tolowata.

Reses pertama anggota DPRD NTB Dapil V meliputi Kabupaten Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima berlangsung 12-19 Februari 2020. Guru Toi sendiri mengagendakan 15 titik lokasi reses dan silaturrahmi masyarakat. (rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here