Dompu, katada.id –Anggota DPD RI, Mirah Midadan Fahmid memaknai Hari Kasih Sayang dengan cara yang berbeda. Alih-alih merayakannya dengan seremoni atau hadiah, ia memilih menanam pohon sebagai wujud cinta terhadap kehidupan.
Gerakan penghijauan tersebut dilaksanakan di Desa Karamabura, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB, Jumat (14/2), berkolaborasi bersama Kementerian Kehutanan.
Bagi Mirah, ekspresi cinta tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam sebagai sumber kehidupan.
“Menanam pohon adalah bentuk cinta paling tulus kepada kehidupan. Dari akar yang kita tanam hari ini, akan tumbuh harapan, oksigen, keteduhan, dan keberlanjutan untuk anak cucu kita,” ujar Mirah.
Ia menegaskan bahwa menanam pohon merupakan langkah nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, Desa Karamabura memiliki potensi ekologis yang besar, namun juga menghadapi sejumlah tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, penghijauan menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, serta menjaga ketersediaan sumber daya alam.
Mirah juga menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dalam setiap program lingkungan. Keterlibatan masyarakat desa, kelompok pemuda, dan komunitas lokal dinilai menjadi kunci agar gerakan ini tidak berhenti pada seremoni semata.
“Kalau masyarakat ikut menanam dan merawat, pohon-pohon ini tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian kolektif,” sebutnya.
Ia memaparkan berbagai dampak positif penghijauan, mulai dari mencegah erosi, menjaga cadangan air tanah, hingga meningkatkan kualitas udara. Bahkan, ruang hijau yang dikelola dengan baik dapat membuka peluang ekonomi berbasis lingkungan seperti agrowisata dan pengelolaan hasil hutan secara berkelanjutan.
“Cinta bukan hanya tentang kata-kata atau hadiah, tetapi tentang tindakan nyata yang memberi manfaat bagi banyak orang. Menanam pohon hari ini berarti menghadiahkan kehidupan untuk masa depan,” ungkapnya.
Mirah mendorong agar gerakan penghijauan ini dapat direplikasi di berbagai daerah dengan menyesuaikan karakteristik lokal. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga sektor swasta diharapkan dapat bersinergi untuk memperluas dampak positifnya.
“Mari kita rawat bumi dengan penuh kasih, karena dari bumi inilah kehidupan kita bertumbuh,” pungkasnya. (*)













