Tambang Ilegal di Lingsar Ditutup, Polisi Janji Tindak Tegas Penambang Bandel

1
162
Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam didampingi Kapolsek Lingsar Iptu Gede Sukarta meninjau lokasi tambang ilegal yang telah ditutup.

LOMBOK BARAT-Tim Pengawas dan Penegakan Hukum Pemda Lombok Barat telah menutup tambang galian C ilegal di Dusun Kali Ranget, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar. Pemda juga telah memasang plang di lokasi tambang, tempat meninggalnya korban Salime (50) warga Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Penutupan tambang itu mendapat pengawasan dari Polres Mataram. Bahkan, Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam didampingi Kapolsek Lingsar Iptu Gede Sukarta turun langsung menyambangi beberapa lokasi tambang yang masih aktif.

Mereka meminta kepada para pengelola dan penambang untuk menghentikan segala aktivitas pertambangan. ’’Kalau masih ngotot kami akan tindak tegas,’’ kata kapolres, Sabtu (20/7).

Ia menegaskan, pasca kejadian meninggalnya korban Saline, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemda Lobar dan menyarankan agar tambang tersebut ditutup. Apalagi, aktivitas tambang tersebut belum memiliki izin atau ilegal.

’’Sekarang lokasi tambang sudah ditutup karena ilegal. Kita awasi, tapi masih ada yang melakukan kegiatan di beberapa tempat. Itu yang jadi pantau kita,’’ terangnya.

Alam, sapaan akrban kapolres, sudah meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan penambangan liar. Jika ada yang masih bandel, ia meminta kepada masyarakat untuk melaporkan ke aparat kepolisian.

’’Hubungi kepolisian. Nanti babinkamtibmas akan pantau agar jangan sampai ada lagi korban meninggal dunia di tambang,’’ katanya.

Sebagai informasi, longsor terjadi di tambang galian C itu terjadi, Jumat (19/7). Satu orang korban meninggal dunia, sedangkan dua orang berhasil menyemalatkan diri. Korban meninggal dunia bernama Salime (50), warga Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Sementara, dua korban selamat yakni Sarimah dan Kurdiawan.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, korban bersama rekannya sedang mengisi material di lokasi tambang galian C milik Erik Dian Hinata (24) warga setempat. Sekitar 15 menit mengisi material ke dalam mobil Mitsubishi L300, tiba-tiba tebing yang berada di belakang korban mengalami longsor. Seketika langsung menimbun seluruh tubuh korban dan meninggal dunia saat di perjalanan menuju puskesmas setempat. (sm)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here