Lombok Utara, katada.id – Dugaan intimidasi terhadap warga negara asing (WNA) di Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), viral di media sosial. Seorang turis diduga dipaksa membayar Rp150 ribu agar diperbolehkan meninggalkan kawasan pelabuhan.
Video berdurasi sekitar 15 detik itu memperlihatkan seorang warga meminta sejumlah uang kepada WNA yang hendak meninggalkan Pelabuhan Bangsal. Peristiwa tersebut terjadi Minggu (6/9/2026).
Polres Lombok Utara langsung turun tangan menyelidiki kejadian tersebut. Seorang warga yang diduga terlibat dalam aksi tersebut telah diamankan polisi. “Sudah kita amankan satu orang,” kata Kasatreskrim Polres Lombok Utara AKP I Komang Wilandra, Selasa (8/9/2026).
Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Pemenang. Polres Lombok Utara turut membackup proses penyelidikan.
Wilandra mengatakan pihaknya belum mendapatkan identitas lengkap warga yang diamankan. Pemeriksaan masih dilakukan untuk mengungkap duduk perkara sebenarnya.
“Sudah ditangani Polsek Pemenang, dan kami back up. Belum dapat nama-namanya,” katanya.
Informasi awal yang diperoleh polisi, kejadian bermula ketika dua WNA hendak meninggalkan kawasan Pelabuhan Bangsal menggunakan taksi atau sarana transportasi umum yang telah mereka pesan.
Namun, sekitar tiga hingga lima orang warga diduga menghalangi mereka.
Para warga tersebut disebut meminta WNA tidak menggunakan taksi pesanan, melainkan menggunakan jasa transportasi yang tersedia di kawasan Pelabuhan Bangsal.
Situasi kemudian direkam oleh salah satu WNA menggunakan kamera ponsel.
Dalam rekaman singkat tersebut, seorang warga terlihat meminta uang sebagai syarat agar WNA diperbolehkan pergi. Pada akhirnya, WNA tersebut membayar Rp150 ribu.
Video itulah yang kemudian beredar di media sosial dan menjadi petunjuk awal bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
Wilandra mengatakan, hingga kini belum ada laporan resmi dari korban terkait dugaan intimidasi tersebut.
Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan berdasarkan informasi dan video yang beredar. “Kami selidiki melalui video tersebut,” ujarnya.
Untuk memastikan kejadian tersebut, Polres Lombok Utara juga mengerahkan Tim Puma ke Pelabuhan Bangsal. Tim tersebut melakukan penyelidikan di lapangan, termasuk mengumpulkan informasi secara tertutup terkait dugaan aksi intimidasi terhadap wisatawan.
“Tujuannya kami kerahkan Tim Puma ini untuk antisipasi dan telusuri aksi-aksi tersebut. Tentunya Tim Puma di lapangan melakukan penyelidikan tertutup,” jelas Wilandra. (*)












