Scroll untuk baca artikel
Daerah

10 Calon Berebut 5 Kursi Pimpinan BAZNAS Bima, Bupati Ady Mahyudi Tekankan Integritas

×

10 Calon Berebut 5 Kursi Pimpinan BAZNAS Bima, Bupati Ady Mahyudi Tekankan Integritas

Sebarkan artikel ini
Verivikasi faktual calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Bima 2026-2031 (Foto Propokim Setda Bima)

Bima, katada.id- Sebanyak 10 calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bima memasuki tahap akhir seleksi untuk memperebutkan lima kursi pimpinan periode 2026–2031.

Di tengah proses penentuan tersebut, Bupati Bima Ady Mahyudi menekankan bahwa calon yang terpilih harus memiliki integritas dan memandang amanah pengelolaan zakat sebagai bentuk pengabdian kepada agama dan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ady saat menghadiri pembukaan verifikasi faktual berupa wawancara bagi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Bima di Ruang Rapat Forkopimda, Selasa (22/9).

Ia juga mengatakan bahwa BAZNAS tidak semestinya hanya dipandang sebagai lembaga yang bertugas menghimpun dana zakat. Lebih dari itu, lembaga tersebut memiliki amanah sosial dan keagamaan dalam memastikan zakat dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak.

Karena itu, menurut Ady, integritas menjadi hal penting yang harus dimiliki calon pimpinan BAZNAS.

“Jadikan BAZNAS bukan hanya lembaga pengumpul zakat, tapi jadikan sebagai amal pengabdian bagi agama,” ujar Ady.

Ia berharap pimpinan BAZNAS yang nantinya terpilih mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menjalankan pengelolaan zakat secara amanah dan bertanggung jawab.

Pimpinan BAZNAS Pembina Wilayah Provinsi NTB H. Syarifuddin juga menekankan pentingnya tata kelola amil zakat yang baik dan berkeadilan.

Menurut Syarifuddin, pengelolaan zakat harus diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang berhak, terutama kelompok fakir dan miskin.

“Pengelolaan zakat harus mengarah dan membantu orang miskin, karena itu adalah haknya orang miskin,” kata dia

Ia menegaskan pengelolaan zakat tidak berhenti pada proses penghimpunan. Tata kelola yang baik harus diikuti dengan penyaluran yang tepat sasaran serta orientasi pemberdayaan masyarakat.

Tahapan wawancara tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian penjaringan calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Bima periode 2026–2031.

Sebanyak 10 peserta mengikuti wawancara mendalam yang dilakukan oleh tim penilai berjumlah lima orang dari unsur BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS pusat.

Dari 10 peserta tersebut, hanya lima orang yang nantinya akan dipilih untuk menjadi pimpinan BAZNAS Kabupaten Bima periode 2026–2031.

Dengan demikian, tahap verifikasi faktual menjadi salah satu penentu dalam proses seleksi sebelum lima calon ditetapkan untuk memimpin lembaga pengelola zakat tersebut selama lima tahun ke depan.

Selain Bupati dan Sekda Kabupaten Bima, kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad, Kepala Bagian Pendampingan dan Advokasi Hukum M. Indra Hadi, Kepala Bagian Protokoler Deddy Sussantho serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima H. Mujiburrahman

Hadir pula Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bima Fatahullah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Agus Salim, Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Afifudin serta sejumlah kepala bagian lingkup Setda Bima.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat cinderamata secara resiprokal antara Pimpinan BAZNAS Pembina Wilayah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Bima. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *