Lombok Utara, Katada.id – Sekolah Rakyat Permanen Integrasi I Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan menjadi tempat belajar sekaligus hunian bagi 595 siswa dari berbagai daerah. Sebanyak 325 siswa di antaranya berasal dari luar KLU dan akan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) KLU Fathurahman mengatakan, dari total siswa yang disiapkan, 270 orang berasal dari KLU. Sementara itu, siswa lainnya berasal dari Lombok Timur, Lombok Barat, serta sejumlah kabupaten di Pulau Sumbawa.
Kondisi tersebut membuat kesiapan asrama menjadi perhatian utama pemerintah daerah menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan mulai 31 Agustus 2026.
“Kalau persentase menurut Balai Satker itu sudah di atas 85 persen. Cuma asramanya yang sekarang dalam tahap finishing. Memang secara kontraknya sampai Oktober, tapi akan dipercepat terutama untuk asrama dulu,” ujar Fathurahman, Rabu (4/9/2026).
Ia menjelaskan, gedung pembelajaran jenjang sekolah dasar telah rampung 100 persen. Sejumlah fasilitas pendukung, seperti aula, tempat ibadah, serta jaringan air dan listrik, juga terus dipastikan kesiapan operasionalnya.
Selain sarana fisik, Pemkab KLU menyiapkan tenaga pendukung sementara. Sebanyak 23 guru disiapkan untuk mengajar jenjang SD, SMP, dan SMA. Pemerintah daerah juga menyiapkan 50 wali asuh dan wali asrama untuk mendampingi siswa selama tinggal di sekolah.
Dukungan operasional diperkuat dengan 28 tenaga outsourcing, terdiri atas 15 petugas kebersihan, delapan petugas keamanan, dan lima juru masak.
Fathurahman menyebut tenaga tersebut bersifat sementara sembari menunggu rekrutmen resmi oleh Kementerian Sosial.
Pemkab KLU kini mempercepat penyelesaian fasilitas, terutama asrama, agar seluruh siswa dari berbagai daerah dapat mengikuti pendidikan dengan nyaman dan aman. (ham)












