Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahNasional

Jenguk Korban Kebakaran Pesantren di Lombok Tengah, Mirah Midan Fahmid Desak Penguatan Perlindungan Anak di NTB

×

Jenguk Korban Kebakaran Pesantren di Lombok Tengah, Mirah Midan Fahmid Desak Penguatan Perlindungan Anak di NTB

Sebarkan artikel ini
Anggota DPD RI, Mirah Midadan Fahmid Saat Mengunjungi Korban Kebakaran Ponpes di Lombok Tengah

Lombok Tengah, katada.id– Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midan Fahmid, mengunjungi santri yang menjadi korban kebakaran di Pondok Pesantren Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, Kabupaten Lombok Tengah.

Kunjungan itu dilakukan Sebagai wujud perhatian dan kepedulian terhadap kondisi para korban yang masih menjalani proses pemulihan.

Ia mendengarkan langsung curahan hati korban dan keluarganya. Dihadapan mereka, Mirah menyampaikan keprihatinannya mendalam atas musibah yang merenggut rasa aman di lingkungan pendidikan itu. Menurutnya, insiden itu, momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem perlindungan anak di setiap lembaga pendidikan, termasuk pesantren.

“Peristiwa tragis ini menjadi pengingat dan atensi bersama mengenai pentingnya penguatan sistem perlindungan anak di seluruh lembaga pendidikan, termasuk pesantren,” ujar Mirah, kemarin.

Ia menilai perlindungan anak tidak hanya berbicara mengenai pencegahan kekerasan, perundungan, maupun eksploitasi, tetapi juga mencakup jaminan keselamatan lingkungan belajar. Karena itu, setiap lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan berasrama perlu memastikan tersedianya standar keselamatan bangunan, sistem mitigasi kebakaran, serta prosedur tanggap darurat yang memadai.

Menurut alumni Universitas Indonesia itu, keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan pendidikan. Evaluasi terhadap aspek keamanan gedung, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga mekanisme evakuasi perlu dilakukan secara berkala agar risiko serupa dapat diminimalkan.

Selain mendorong penguatan sistem perlindungan anak, senator asal NTB itu juga meminta seluruh pihak mengawal proses penanganan peristiwa tersebut secara profesional. Ia berharap para korban memperoleh layanan kesehatan dan pendampingan psikologis yang memadai sehingga dapat segera kembali menjalani aktivitas belajar.

“Saya berharap para korban segera pulih, memperoleh pendampingan terbaik, serta proses penanganan kasus berjalan secara adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” tegasnya.

Mirah juga meminta aparat penegak hukum mengusut penyebab kebakaran secara objektif dan transparan. Menurutnya, kepastian hukum penting tidak hanya untuk memberikan rasa keadilan bagi para korban, tetapi juga sebagai bahan evaluasi agar sistem keselamatan di lembaga pendidikan dapat diperkuat.

Ia berharap tragedi tersebut menjadi pelajaran bersama bagi pemerintah, penyelenggara pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan standar perlindungan anak di NTB. Baginya, setiap anak berhak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan terlindungi dari berbagai risiko yang mengancam keselamatan mereka. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *