Lombok Utara, Katada.id – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Utara (Bapenda KLU) terus melakukan akselerasi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui strategi “jemput bola”, tim Bapenda turun langsung ke lapangan untuk menemui para wajib pajak guna meningkatkan kepatuhan dan memperkuat basis data perpajakan di wilayah Gumi Tioq Tata Tunaq.
Langkah persuasif ini dinilai efektif dalam membangun kesadaran masyarakat. Kepala Bapenda KLU, Tri Dharma Sudiana, menegaskan bahwa pendekatan humanis merupakan kunci utama agar masyarakat merasa dilayani, bukan sekadar dibebani kewajiban.
“Pendekatan ini membuat wajib pajak merasa menjadi mitra pembangunan. Ketika mereka merasa dilayani dengan baik, kesadaran untuk berkontribusi melalui pajak akan tumbuh secara alami,” ujar Tri, Selasa (13/1).
Efektivitas strategi ini tercermin pada fluktuasi data realisasi tahun sebelumnya. Jika pada triwulan pertama tahun 2025 realisasi PAD baru menyentuh angka 15 persen, intervensi lapangan yang masif berhasil memicu lonjakan signifikan pada triwulan berikutnya hingga mencapai 50 persen.
Memasuki triwulan ketiga, angka tersebut meroket hingga 90 persen, melampaui target progresif yang dipatok sebesar 75 persen. Berdasarkan tren pertumbuhan tersebut, Bapenda KLU memproyeksikan realisasi PAD tahun 2026 mampu menembus angka di atas 100 persen dari target yang ditetapkan.
Meski menunjukkan performa gemilang, Bapenda tidak menampik adanya tantangan teknis, terutama terkait pemutakhiran data objek pajak. Dukungan senada datang dari legislatif.
Anggota Komisi II DPRD KLU, Artadi, mendorong pemerintah daerah untuk memprioritaskan validasi data pada sektor potensial seperti hotel dan restoran.
“Pemutakhiran data adalah investasi. Dengan data yang valid dan dukungan anggaran yang tepat, potensi kebocoran dapat ditekan dan penerimaan daerah pasti akan jauh lebih maksimal,” tegas Artadi.
Bapenda KLU kini fokus memperkuat koordinasi lintas sektor dan edukasi digital bagi wajib pajak. Optimalisasi PAD diharapkan menjadi mesin utama dalam mendanai pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Lombok Utara. (ham)












