Kota Bima, Katada.id- Pemerintah Kota Bima menerima kunjungani dari World Bank, Rabu (22/4) di Aula Kantor Wali Kota. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan program National Urban Flood Resilience Project (NUFREP).
Program yang difokuskan untuk memperkuat ketangguhan banjir perkotaan di Kota Bima ini dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan tim konsultan teknis program (TEPIS NUFREP).
Wali Kota Bima H.A. Rahman menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari World Bank dalam upaya memperkuat ketahanan kota terhadap risiko banjir. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mendorong keberhasilan program melalui penguatan kelembagaan, percepatan pembebasan lahan, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
“Pengurangan risiko banjir membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat dalam menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bima juga telah membentuk tim koordinasi ketangguhan banjir guna memastikan implementasi program berjalan efektif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Perwakilan Kementerian PUPR, Dewi Arshanti, menilai penanganan banjir di Kota Bima memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sistem drainase yang optimal serta penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, khususnya dengan BBWS Nusa Tenggara I.
Sementara itu, perwakilan World Bank, Evi Hermirasari, mengatakan kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana sekaligus menyerap berbagai masukan dari daerah.
Melalui program NUFREP, Kota Bima diharapkan mampu membangun sistem ketahanan banjir yang lebih baik dan menjadi contoh penanganan banjir perkotaan di tingkat nasional.
Pemerintah daerah menilai kolaborasi dengan pemerintah pusat dan mitra pembangunan perlu terus diperkuat untuk mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan. (*)













