Scroll untuk baca artikel
DaerahHukum dan Kriminal

“Yang Terpenting Belum Terjadi”: Kepala Sekolah di Lombok Tengah Bantah Terlibat Suap atau Gratifikasi Proyek Revitalisasi Kemendikdasmen

×

“Yang Terpenting Belum Terjadi”: Kepala Sekolah di Lombok Tengah Bantah Terlibat Suap atau Gratifikasi Proyek Revitalisasi Kemendikdasmen

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi (Google )

Lombok Tengah, Katada.id – Kepala SDIT Sirajul Muttaqin, Sauti, S.Pd, membantah dugaan keterlibatannya dalam praktik suap atau gratifikasi terkait Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa tudingan terkait komitmen fee sebesar 30 persen dari nilai proyek senilai Rp992 juta yang disebut-sebut Melibatkan dirinya tidak benar.

“Gak ada itu. Cek saja, kami tidak pernah mengirim uang ke siapa pun. Uangnya masih utuh di bendahara,” kata Sauti saat dikonfirmasi Katada.id.

Terkait dugaan adanya percakapan yang menyebut komitmen fee 15 persen serta bukti mutasi rekening, Sauti juga membantah keras informasi tersebut.

“Yang terpenting belum terjadi,” ujarnya.

aIa juga menyebut bahwa pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut tetap berjalan sesuai dengan ketentuan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis).

“Kami harus kerja sesuai juklak dan juknis,” tegasnya.

Dugaan Komitmen Fee 30 Persen

Sebelumnya, sumber Katada.id menyebut bahwa Sauti diduga menjanjikan komitmen fee sebesar 30 persen dari total nilai proyek revitalisasi senilai Rp992 juta yang diterima pihak sekolah.

Namun, setelah proyek berjalan, yang bersangkutan disebut hanya merealisasikan sekitar 15 persen atau setara Rp148 juta. Informasi tersebut diklaim berasal dari pengakuan Sauti kepada sumber melalui pesan WhatsApp.

“Emang berapa persen Bapak? Kami sama teman dijanjikan 15 persen. Saya sudah selesaikan semuanya,” demikian kutipan percakapan yang diklaim berasal dari Sauti.

Sumber tersebut juga menyebut bahwa dana itu diduga disalurkan melalui seorang perantara bernama Idhar, yang disebut merupakan pengurus organisasi kemahasiswaan di Jakarta.

Sebagai informasi, program revitalisasi sekolah merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Karena menggunakan anggaran negara, seluruh pelaksanaannya wajib dilakukan secara transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *