Dompu, Katada.id – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, meninjau lokasi yang akan menjadi kawasan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pelabuhan Beranti, Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, Sabtu (27/6).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Staf Ahli Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta sejumlah pimpinan perangkat daerah. Kehadiran rombongan disambut Kepala Desa Nangamiro, Saidin A. Wahab, bersama para nelayan, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bambang Firdaus mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi kehidupan nelayan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat pesisir.
Selain itu, ia juga menyampaikan kabar bahwa Kabupaten Dompu memperoleh alokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap kedua pada tahun 2026. Program tersebut akan dibangun di sembilan titik yang tersebar di delapan kecamatan.
“Alhamdulillah, khusus Kecamatan Pekat terdapat dua lokasi yang telah tervalidasi, baik dari aspek lapangan, lokasi, maupun administrasi berdasarkan hasil survei pemerintah pusat, yaitu Pelabuhan Beranti di Desa Nangamiro dan Desa Pekat,” ujar Bambang.
Menurutnya, pembangunan KNMP bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui transformasi kawasan perikanan tradisional menjadi kawasan yang lebih modern, tertata, produktif, dan mandiri.
Ia berharap masyarakat dapat mendukung proses pembangunan sehingga program tersebut dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
“Saya berharap pada saat pembangunan nanti seluruh masyarakat dapat memberikan dukungan agar seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi nelayan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Nangamiro, Saidin A. Wahab, menyampaikan bahwa Pelabuhan Beranti merupakan salah satu sentra aktivitas perikanan di wilayah Kecamatan Pekat. Nelayan setempat setiap hari memperoleh berbagai jenis hasil tangkapan, termasuk ikan tuna pada musim tertentu.
Selain menjadi tempat pendaratan hasil tangkapan nelayan lokal, pelabuhan tersebut juga menjadi lokasi pembongkaran ikan milik nelayan dari Kolo, Kabupaten Bima, Kecamatan Kilo, hingga Pulau Sumbawa.
Meski memiliki potensi perikanan yang besar, para nelayan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama akses jalan menuju jalan utama yang belum memadai sehingga menghambat distribusi hasil tangkapan. Selain itu, kebutuhan es balok untuk pengawetan ikan masih harus dipenuhi dari Kabupaten Sumbawa.
“Kami berharap kehadiran Bapak Bupati beserta jajaran pemerintah daerah dapat membawa harapan baru sekaligus solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi nelayan di Pelabuhan Beranti,” ujar Saidin. (*)












