Mataram, katada.id– Suami istri di Desa Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), AB (61) dan NA (57), ditemukan dengan luka gorok di lehernya.
Peristiwa itu terjadi di rumah panggung mereka di Desa Rite, sekitar pukul 15.40 Wita, Kamis (2/7).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat keduanya terlibat cekcok di rumah mereka. Pertengkaran tersebut diduga berujung pada aksi kekerasan.
Diduga, AB menganiaya istrinya NA dengan cara menyayat leher korban menggunakan cutter. Setelah itu, AB diduga melukai lehernya sendiri.
NA mengalami luka sepanjang sekitar 9 sentimeter dengan lebar 2 sentimeter.
Tetangganya yang mendengar keributan segera mendatangi lokasi sekitar pukul 15.50 Wita dan memberikan pertolongan kepada AB maupun NA. “Jadi, tetangganya mendengar NA berteriak tiga kali sembari berkata suaminya ingin membunuhnya,” ungkap salah seorang sumber
Kemudian, saksi melaporkan kejadian tersebut ke aparat.
Tak lama kemudian, personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Keduanya kemudian dievakuasi ke Puskesmas Ambalawi untuk mendapatkan penanganan medis.
Sekitar pukul 16.15 Wita, AB dan NA tiba di Puskesmas Ambalawi dan langsung menjalani perawatan. Namun, karena keterbatasan fasilitas medis, korban kemudian dirujuk ke RSUD Bima sekitar pukul 16.30 Wita untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Bima Kota, Ipda Baiq Fitria Ningsih membenarkan kejadian tersebut. “Keduanya sedang dirawat di RSUD Bima,” ungkapnya.
Ia menegaskan, anggota Polsek Ambalawi telah turun melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. “Motifnya masih diselidiki,” tegasnya.
Baiq Fitria belum bisa menyimpulkan dugaan penganiayaan tersebut, karena proses penyelidikan masih berlangsung. “Kalau kondisinya sekarang, istrinya sudah mendingan, sudah sadar tapi belum bisa diambil keterangannya,” ungkapnya.
Sementara, suaminya masih dalam perawatan intensif karena belum sadarkan diri. “Intinya, semua masih kami dalami,” tandasnya. (*)












