Scroll untuk baca artikel
Daerah

Gubernur Gandeng 22 Profesor Unram Perkuat Program Desa Berdaya

×

Gubernur Gandeng 22 Profesor Unram Perkuat Program Desa Berdaya

Sebarkan artikel ini

Mataram, katada.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng Universitas Mataram (Unram) untuk mempercepat pembangunan desa berbasis potensi lokal. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Rektor Unram Sukardi di Ruang Sidang Senat Universitas Mataram, Kamis (9/7).

Kerja sama itu mengintegrasikan Program Desa Berdaya milik Pemprov NTB dengan Program Profesor Berdampak yang dikembangkan Universitas Mataram. Sebanyak 22 profesor disiapkan untuk mendampingi masyarakat desa melalui penerapan hasil riset, inovasi, dan keilmuan sesuai bidang masing-masing.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, kerja sama tersebut bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan komitmen menghadirkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pembangunan daerah.

“Dengan ilmu para guru besar dan profesor, kami berharap dapat membantu menyukseskan program-program pembangunan pemerintah, terutama Program Desa Berdaya yang sedang kami gencarkan,” ujarnya.

Iqbal mengatakan, pengalaman turun langsung ke berbagai desa membuat pemerintah memahami bahwa kemiskinan tidak cukup diatasi melalui bantuan sosial semata. Masyarakat, kata dia, membutuhkan pendampingan, inovasi, dan penguatan kapasitas agar mampu mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

“Mereka membutuhkan inspirasi, pendampingan, dan peluang agar mampu membangun kemandirian ekonomi,” katanya.

Karena itu, Program Desa Berdaya diarahkan untuk membangun desa-desa mandiri melalui pengembangan potensi unggulan atau desa tematik yang mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB.

Menurut Iqbal, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Selain pendamping Desa Berdaya yang telah direkrut, pemerintah juga membutuhkan kontribusi kalangan akademisi agar hasil penelitian dan inovasi kampus dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.

“Kita membutuhkan inovasi dari para guru besar untuk menggerakkan ekonomi desa. Kehadiran mereka akan memperkuat pendampingan yang selama ini sudah dilakukan pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Mataram Sukardi menyatakan kesiapan civitas akademika mendukung agenda pembangunan daerah melalui Program Profesor Berdampak. Program tersebut dirancang agar hasil riset para profesor tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

Sebagai tahap awal, Unram menugaskan 22 profesor untuk mendampingi pelaksanaan Program Desa Berdaya selama tiga tahun. Pendampingan akan difokuskan pada penguatan ekonomi desa, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas kelembagaan desa.

“Hari ini kami menunjukkan komitmen. Saya percaya dengan para profesor senior kami. Program ini dirancang berjalan selama tiga tahun dengan target menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa,” ujar Sukardi.

Ke depan, Unram juga akan melibatkan dosen dan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sehingga pendampingan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih intensif dan berkelanjutan.

Kolaborasi Pemprov NTB dan Universitas Mataram tersebut diharapkan menjadi model sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. Melalui perpaduan kebijakan pemerintah, pendampingan lapangan, serta penerapan ilmu pengetahuan, Program Desa Berdaya ditargetkan mampu melahirkan desa-desa yang mandiri, memperkuat ekonomi lokal, dan mempercepat pengentasan kemiskinan di NTB. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *