Scroll untuk baca artikel
Daerah

Operasional Bale Kita Lampaui Ekspektasi, Hampir 300 UMKM Bergabung dan Transaksi Rp10 Juta Per Hari

×

Operasional Bale Kita Lampaui Ekspektasi, Hampir 300 UMKM Bergabung dan Transaksi Rp10 Juta Per Hari

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Lalu Wiranata. (Foto Dok Katada)

Mataram, katada.id – Bale Kita yang mulai beroperasi sejak 8 Juli 2026 menunjukkan capaian menggembirakan. Hingga kini, hampir 300 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah bergabung dengan ribuan produk yang dipasarkan. Nilai transaksi pun rata-rata mencapai Rp10 juta setiap hari.

‎

‎Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Wiranata mengatakan, pencapaian tersebut bahkan melampaui ekspektasi pemerintah daerah.

‎

‎”Alhamdulillah operasional Bale Kita sudah melebihi ekspektasi kita. Pertama, dari jumlah UMKM yang sudah masuk, kemudian kualitas produknya yang dipilih melalui kurasi yang cukup ketat,” ujarnya, Senin (27/7).

‎Menurutnya, proses kurasi yang diterapkan membuktikan bahwa produk-produk UMKM NTB mampu memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan pasar.

‎”Alhamdulillah UMKM kita mampu memenuhi standar yang diinginkan,” katanya.

‎Selain jumlah pelaku usaha yang terus bertambah, aktivitas transaksi juga menunjukkan perkembangan positif. Rata-rata penjualan setiap hari mencapai sekitar Rp10 juta. Seluruh hasil penjualan langsung diterima oleh pelaku UMKM.

‎”Rata-rata setiap hari sudah bisa dapat transaksi Rp10 juta. Itu untuk UMKM kita. Jadi mereka langsung dibayar ke UMKM. Bale Kita hanya menjadi instrumen untuk membantu penjualan produk-produk UMKM kita,” jelasnya.

‎Lalu Wiranata menegaskan, Bale Kita tidak berorientasi sebagai lembaga yang mengambil keuntungan dari hasil penjualan. Keberadaannya difokuskan sebagai wadah pemasaran yang mempertemukan produk-produk lokal NTB dengan pasar yang lebih luas.

‎Ke depan, Disperindag NTB akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk memperluas platform pemasaran agar produk UMKM semakin mudah diakses konsumen.

‎”Mudah-mudahan ke depan kerja sama dengan berbagai pihak terus diperluas, termasuk memperluas platform penjualan. Kalau kita menetapkan standar-standar yang sesuai dengan keinginan pasar yang lebih luas, maka UMKM kita otomatis akan naik kelas,” ujarnya.

‎Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan daya saing UMKM, Disperindag juga telah menghadirkan Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (BSN) di lingkungan kantornya. Selain itu, kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan diperkuat untuk mempermudah pengurusan izin edar serta perlindungan merek dagang.

‎”Nanti UMKM kita akan difasilitasi. Mereka cukup fokus memikirkan produknya dan menjaga kontinuitas produksinya,” tandasnya. (*)

‎

‎

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *