Mataram, katada.id – Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sinergi dan komunikasi dengan insan pers.
Langkah tersebut dilakukan melalui Media Gathering yang digelar di Sunset Land, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Senin (24/8).
Dalam pertemuan itu, LDII memaparkan arah kebijakan organisasi serta sejumlah program prioritas yang akan menjadi perhatian dalam Muswil VIII.
Ketua Panitia Pengarah Muswil LDII NTB, M. Ramadhani, mengatakan Media Gathering menjadi momentum awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan media.
“Media gathering ini kami sampaikan sebagai titik awal komunikasi untuk berbagai kegiatan yang akan kami lakukan pada periode mendatang. Kami berharap komunikasi dan silaturahmi dengan rekan-rekan media dapat terus terjalin,” ujar Ramadhani.
Menurut dia, komunikasi yang baik dengan media penting agar berbagai program dan kontribusi LDII NTB kepada masyarakat dapat diketahui publik secara lebih luas.
“Sehingga berbagai program dan kontribusi LDII NTB kepada masyarakat dapat tersampaikan secara terbuka dan konstruktif,” imbuhnya.
Muswil VIII LDII NTB sendiri akan digelar pada 24-25 Agustus 2026 di Gedung Sangkareang, area Kantor Gubernur NTB, Jalan Pejanggik No. 12, Kota Mataram.
Sekitar 70 hingga 100 peserta dijadwalkan mengikuti Muswil tersebut. Mereka terdiri atas pengurus inti DPW LDII NTB, pengurus LDII dari delapan kabupaten dan dua kota, perwakilan DPP LDII, serta peninjau, ulama, dan pengelola pondok pesantren di lingkungan LDII.
“Perwakilan pengurus LDII dari delapan kabupaten dan dua kota sudah hadir di Mataram untuk mengikuti Muswil LDII NTB,” kata Ramadhani bersama Ketua Panitia Muswil LDII NTB, Achmad Yusuf.
Rumuskan Arah Organisasi Lima Tahun
Ketua DPW LDII NTB, Abdullah A. Karim, mengatakan Muswil VIII menjadi forum penting untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan LDII NTB untuk lima tahun mendatang.
Muswil kali ini mengusung tema Membangun Sumber Daya Manusia Profesional Religius melalui Kolaborasi dan Sinergi Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia.
“Muswil tahun ini mengusung tema Membangun Sumber Daya Manusia Profesional Religius melalui Kolaborasi dan Sinergi Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia,” ujar Abdullah.
Dia mengatakan, LDII memfokuskan pengabdian melalui delapan klaster program. Yakni kebangsaan, dakwah dan keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan alami, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.
Program tersebut diarahkan sebagai bentuk kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Untuk itu LDII NTB berupaya melaksanakannya, salah satunya tentang kebangsaan dan lingkungan hidup,” jelasnya.
Dorong Masjid Bebas Sampah
Salah satu program yang menjadi perhatian LDII NTB adalah pengelolaan lingkungan, khususnya persoalan sampah.
Ramadhani mengatakan LDII NTB ingin mendorong masjid, majelis taklim, dan pondok pesantren binaan menjadi pelopor gerakan pengelolaan sampah.
“Kami memiliki program setiap masjid, majelis taklim dan pondok pesantren binaan LDII di NTB menjadi pelopor ‘Masjid Bebas Sampah’ dan menggerakkan bank sampah di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Menurut Ramadhani, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Perubahan harus dimulai dari masyarakat melalui lingkungan terkecil.
“Harus dimulai dari rumah, dari masjid, dari komunitas. Kita gerakkan warga agar memilah sampah dan mengolahnya. Kita mulai dari keluarga masing-masing, lingkungan sekitar dan seterusnya. Langkah kecil harus dilakukan dan tidak bisa ditunda,” katanya.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, LDII NTB menggagas Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid (PPSBM). Program ini menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari solusi persoalan lingkungan.
“Dengan gerakan ini, jamaah dilatih untuk disiplin mengelola sampah sehingga tidak lagi mencemari lingkungan. PPSBM dirancang untuk memberi solusi melalui edukasi dan partisipasi jamaah yang dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan,” tambah Ramadhani.
DPP Tekankan Kebangsaan
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, H. Dody Taufiq Wijaya, mengatakan LDII mengembangkan dakwah dan berbagai aspek kehidupan masyarakat melalui delapan program pengabdian untuk bangsa.
Menurut Dody, kebangsaan dan nasionalisme menjadi fokus utama organisasi. LDII meneguhkan komitmen menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Fokus utama adalah kebangsaan dan nasionalisme dengan meneguhkan komitmen menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Dody.
Dia juga menekankan pentingnya moderasi beragama dalam pelaksanaan dakwah.
“Kita harus menghormati hak pemeluk agama lain dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat. Model dakwah LDII juga dilakukan melalui keteladanan dan aksi atau dakwah bil hal,” katanya.
Selain itu, LDII memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan untuk membentuk generasi yang profesional, religius, berakhlakul karimah, memiliki integritas, jiwa nasionalisme, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Pembinaan karakter sejak usia dini menjadi bekal penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Dody.
Dalam Media Gathering tersebut, Dody juga menyampaikan keprihatinan atas kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Kebakaran menghanguskan sejumlah bangunan yang menjadi bagian dari kawasan permukiman adat sekaligus destinasi wisata budaya masyarakat Sasak.
“Duka ini adalah duka nasional karena Kampung Adat Sade merupakan warisan budaya yang memiliki keunikan tersendiri,” ujar Dody.
Dia menilai proses rehabilitasi dan rekonstruksi Sade dapat menjadi momentum untuk menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. Konsep tersebut harus menggabungkan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan mitigasi bencana.
“Perlu adanya kolaborasi semua stakeholder dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Kampung Adat Sade agar dapat kembali menjadi destinasi wisata budaya yang lestari, aman, dan berkelanjutan yang menjadi kebanggaan NTB,” tegasnya.
Dody juga mengapresiasi kepedulian warga LDII NTB terhadap lingkungan, termasuk upaya penanganan sampah.
“DPP LDII mengapresiasi apa yang dilakukan warga LDII NTB selama ini, terutama mengenai pelestarian lingkungan dan penanganan sampah,” pungkasnya. (*)












