Scroll untuk baca artikel
Hukum dan Kriminal

Nilai Polres Bima Lambat, IMBD Desak Polda NTB Usut Kasus Tabrak Lari di Bolo

×

Nilai Polres Bima Lambat, IMBD Desak Polda NTB Usut Kasus Tabrak Lari di Bolo

Sebarkan artikel ini
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam IMBD UIN Mataram saat gelar aksi unjuk rasa di Polda NTB.

Bima, katada.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Bima Dompu (IMBD) Universitas Islam Mataram menggeruduk Polda NTB. Mereka mendesak kepolisian segera mengungkap dugaan kasus tabrak lari yang menimpa Nuritam.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus oleh Polres Bima. Mahasiswa meminta Polda NTB turun tangan dan memastikan proses hukum terhadap dugaan tabrak lari tersebut berjalan hingga tuntas.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Arzrul Imam, mengatakan, kasus yang menimpa Nuritam tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian. Pihaknya meminta kepolisian segera mengambil langkah konkret untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.

“Kasus ini harus segera diungkap. Kami mendesak Polda NTB segera menangkap dan memastikan proses hukum terhadap pelaku tabrak lari,” tegas Arzrul dalam aksi tersebut.

Nuritam dilaporkan menjadi korban kecelakaan setelah ditabrak sebuah mobil pick-up pada Senin (10/8). Peristiwa itu terjadi saat korban dalam perjalanan pulang setelah berbelanja kebutuhan sehari-hari di sebuah warung.

Pasca kejadian, mahasiswa mempertanyakan lambannya penanganan kasus tersebut. Mereka menilai aparat kepolisian, khususnya Polres Bima, perlu memberikan perhatian serius agar keluarga korban memperoleh kepastian hukum.

Sementara itu, Koordinator Umum IMBD, Ali, mengatakan, pihaknya tidak hanya meminta pelaku segera ditangkap, tetapi juga mendesak adanya evaluasi terhadap kinerja Polres Bima dalam menangani perkara tersebut.

“Kami mendesak Kapolda NTB mengevaluasi kinerja Polres Bima dalam penanganan kasus ini. Jangan sampai keluarga korban terus menunggu tanpa mendapatkan kepastian hukum,” kata Ali.

Menurut dia, Polda NTB juga perlu mengawal langsung proses hukum kasus tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan penanganan perkara berjalan transparan dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga Nuritam.

Ali menegaskan, IMBD akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut. Pihaknya berharap Polda NTB merespons tuntutan mahasiswa dengan langkah nyata, bukan sekadar menerima aspirasi.

Dalam aksi itu, IMBD menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak Polda NTB segera menangkap dan memastikan proses hukum terhadap pelaku dugaan tabrak lari.

Kedua, mendesak Kapolda NTB mengevaluasi kinerja Polres Bima dalam menangani kasus tersebut. Ketiga, meminta Kapolda NTB mengawal langsung proses hukum hingga keluarga korban mendapatkan kepastian dan keadilan.

Mahasiswa menegaskan, kepastian hukum bagi korban dan keluarga menjadi hal utama yang mereka perjuangkan. Mereka berharap dugaan kasus tabrak lari tersebut segera menemui titik terang dan pelaku dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *