Mataram, katada.id – Kualitas pengasuhan menjadi salah satu fondasi penting dalam tumbuh kembang anak usia dini. Karena itu, kemampuan pengasuh atau caretaker daycare tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Pengetahuan mengenai perkembangan anak, pola pengasuhan, kesehatan, dan gizi juga dibutuhkan.
Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Universitas Mataram (UNRAM) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pelayanan Peningkatan Kemampuan Pengasuhan Anak Usia Dini untuk Caretaker Daycare di Kota Mataram”.
Program tersebut menyasar 30 caretaker daycare di Kota Mataram. Mereka mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan layanan pengasuhan yang aman, berkualitas, serta sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan metode workshop, diskusi, simulasi, praktik, dan evaluasi. Materi disampaikan oleh tim dosen lintas bidang yang mencakup konsep dasar daycare, psikologi perkembangan anak usia dini, teknik pengasuhan positif, hingga kesehatan dan gizi anak.
Pendekatan tersebut dirancang agar pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada teori. Caretaker juga diajak memahami penerapannya dalam aktivitas pengasuhan sehari-hari.
Hal itu penting mengingat sebagian daycare masih menghadapi tantangan dari sisi kompetensi sumber daya manusia. Laporan program mencatat, sebagian caretaker memiliki latar belakang pendidikan SMA dan belum memperoleh pelatihan khusus terkait pendidikan anak usia dini maupun sertifikasi pengasuhan.
Kondisi tersebut membuat penguatan kapasitas pengasuh menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan daycare.
Pemahaman Caretaker Meningkat
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan.
Berdasarkan analisis pretest dan posttest, program menghasilkan nilai N-Gain sebesar 0,71 dengan persentase efektivitas mencapai 71,49 persen. Angka tersebut menunjukkan pelatihan memberikan peningkatan kemampuan pengasuhan caretaker daycare.
Selain peningkatan pemahaman, program juga menghasilkan rancangan buku panduan pengasuhan daycare ramah anak. Panduan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi caretaker dalam menjalankan praktik pengasuhan sehari-hari.
Materi yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek pendidikan. Pengetahuan mengenai kesehatan dan gizi anak juga menjadi bagian dari pelatihan. Dengan begitu, pengasuhan diarahkan untuk memperhatikan kebutuhan anak secara lebih menyeluruh.
Program tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan lanjutan. Di antaranya pelatihan manajemen emosi caregiver, penguatan komunitas praktik caretaker, serta penyusunan panduan standar daycare ramah anak.
Investasi Sejak Anak Usia Dini
Penguatan kompetensi caretaker memiliki kaitan dengan upaya pembangunan berkelanjutan. Program UNRAM mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui peningkatan kapasitas tenaga pengasuh yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan anak usia dini.
Materi kesehatan dan gizi juga berkaitan dengan SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan. Sementara keberadaan layanan daycare berkualitas dapat memberikan dukungan bagi keluarga, termasuk orang tua yang bekerja.
Di sisi lain, kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga daycare, organisasi profesi, dan masyarakat memperlihatkan aspek kemitraan yang sejalan dengan SDG 17.
Bagi UNRAM, program tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan pengetahuan akademik untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Pengasuhan anak usia dini pun tidak lagi dipandang sekadar aktivitas menjaga anak. Dengan kompetensi yang memadai, caretaker dapat menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung tumbuh kembang, kesehatan, keamanan, dan proses belajar anak.
Melalui penguatan kompetensi secara berkelanjutan, UNRAM mendorong terbentuknya ekosistem daycare yang lebih ramah anak di Kota Mataram. Sebuah investasi pendidikan dan pengasuhan yang dimulai sejak periode paling awal kehidupan. (*)












