Scroll untuk baca artikel
Daerah

Dompu Bangun 9 Kampung Nelayan Merah Putih, Bupati Bidik Kesejahteraan Pesisir

×

Dompu Bangun 9 Kampung Nelayan Merah Putih, Bupati Bidik Kesejahteraan Pesisir

Sebarkan artikel ini
Bupati Dompu Letakan Batu Pertama Pembangunan 9 Kampung Nelayan

Dompu, katada.id- Pemerintah Kabupaten Dompu memperluas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ke sembilan desa di enam kecamatan. Program tahap II ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.

Setelah tahap pertama dibangun di Desa Jala, Kecamatan Hu’u, pada 2025, pembangunan KNMP tahap II resmi dimulai. Bupati Dompu Bambang Firdaus melakukan peletakan batu pertama secara serentak yang dipusatkan di kawasan pesisir Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Rabu (23/9/2026).

Bambang mengatakan, pembangunan KNMP tidak boleh hanya dilihat sebagai pembangunan infrastruktur fisik. Program tersebut harus memberikan manfaat langsung terhadap kehidupan ekonomi masyarakat nelayan dan keluarga pesisir.

“Kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan sekadar membangun bangunan fisik. Lebih dari itu, ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Dompu, untuk memuliakan profesi nelayan, meningkatkan kesejahteraan keluarga pesisir, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut kita,” ujar Bambang.

Menurut politisi Gerindra ini, KNMP merupakan bagian dari kebijakan ekonomi biru pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor kelautan sebagai salah satu sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Program tersebut juga merupakan prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendorong hilirisasi sektor kelautan dan perikanan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Salah satu sasaran KNMP adalah memutus rantai perdagangan yang membuat hasil tangkapan nelayan dijual dengan harga rendah. Untuk itu, program tersebut mendorong penerapan sistem rantai dingin serta pengolahan hasil perikanan agar produk nelayan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan.

Selain pengolahan hasil tangkapan, pemerintah mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui koperasi desa atau kelurahan. Koperasi diharapkan menjadi agregator pemasaran sekaligus penyedia sarana penunjang bagi kegiatan ekonomi nelayan.

Dengan demikian, kata dia pembangunan KNMP tidak hanya menyediakan fasilitas bagi masyarakat pesisir, tetapi juga diarahkan membentuk ekosistem ekonomi yang dapat memperkuat posisi nelayan dalam rantai produksi dan pemasaran hasil perikanan.

Bambang juga meminta masyarakat penerima manfaat ikut menjaga fasilitas KNMP yang akan dibangun. Fasilitas tersebut harus dimanfaatkan untuk kepentingan bersama dan tidak dikuasai untuk kepentingan pribadi.

“Saya berpesan kepada seluruh warga Desa Malaju, Kecamatan Kilo, dan masyarakat KNMP se-Kabupaten Dompu untuk merawat fasilitas yang akan dibangun ini sebaik-baiknya. Gunakanlah untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan perorangan,” katanya.

Sebagai informasi, sembilan desa yang menjadi lokasi pembangunan KNMP tahap II tersebar di enam kecamatan. Yakni Desa Hu’u di Kecamatan Hu’u, Desa Jambu di Kecamatan Pajo, Desa Kwangko di Kecamatan Manggelewa, Desa Malaju dan Karama di Kecamatan Kilo, Desa Soro dan Tolokalo di Kecamatan Kempo, serta Desa Pekat dan Nangamiro di Kecamatan Pekat. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *