Mataram, katada.id – Jajaran Polresta Mataram bergerak cepat merespons aksi kekerasan jalanan yang merenggut nyawa seorang remaja bernama Muhammad Gibran.
Sebanyak 12 orang pemuda yang diduga tergabung dalam komplotan pelaku pembacokan di kawasan Jalan Udayana dan Punia, Kota Mataram, berhasil diamankan.
Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP mengungkapkan, belasan pemuda tersebut ditangkap di sejumlah lokasi berbeda, seperti di wilayah Sesela, Gunungsari, Lombok Barat hingga Kecamatan Selaparang, Mataram.
“Hingga saat ini ada 12 orang kita amankan. Semua masih dalam proses pemeriksaan di polresta,” ujar Dharma, Selasa (27/10/2026).
Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti senjata tajam (sajam) yang digunakan dalam aksi brutal tersebut. Di antaranya empat buah celurit, satu parang, satu corbek, serta enam anak panah lengkap dengan ketapel berbahan besi.
Dari total 12 orang yang diamankan, tiga di antaranya sudah berusia dewasa, sementara sisanya masih berstatus di bawah umur. “Proses hukum terhadap mereka pun dipisahkan,” ungkapnya.
Pemeriksaan bagi pelaku yang masih anak-anak ditangani langsung oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), sedangkan sisanya diperiksa di Unit Jatanras.
“Kami masih mendalami peran masing-masing pelaku,” jelasnya.
Berdasarkan pendalaman sementara, aksi brutal ini bermula ketika kelompok pemuda tersebut diduga menenggak minuman keras sejak pukul 22.00 Wita hingga dini hari. Dalam kondisi pengaruh alkohol, mereka berkeliling melakukan konvoi sepeda motor sebelum akhirnya melancarkan serangkaian penyerangan pada Minggu (25/10) dini hari.
Tercatat ada tiga peristiwa penganiayaan yang dilakukan kelompok tersebut dalam satu malam. Peristiwa pertama terjadi di wilayah Punia sekitar pukul 00.00 Wita. Korban berinisial DM yang sedang berboncengan tiba-tiba dipepet dan dianiaya menggunakan senjata tajam tanpa alasan jelas, hingga mengalami luka sayatan di bagian pinggang dan harus dirawat di Rumah Sakit Narmada.
Empat jam berselang, aksi serupa kembali terulang di Jalan Udayana, tepatnya dekat Hotel Madani. Korban berinisial FAH bersama dua rekannya, GL dan Muhammad Gibran, berboncengan tiga menggunakan satu sepeda motor.
Kendaraan mereka dipepet oleh orang tidak dikenal hingga terjatuh. Dalam insiden tersebut, Muhammad Gibran menjadi sasaran pembacokan. Sempat dilarikan dan mendapat perawatan medis di RSUD Kota Mataram sejak Minggu (25/10), nyawa Gibran akhirnya tidak tertolong.
Sementara itu, terkait insiden keramaian di depan pusat perbelanjaan Epicentrum yang sempat dikaitkan dengan peristiwa ini, polisi memastikan hal tersebut bukan aksi penganiayaan. Kejadian itu murni kecelakaan tunggal di mana rekan-rekan pelaku terjatuh dari sepeda motor.
“Intinya kami akan tindak tegas pelakunya dan memproses semua sesuai hukum yang berlaku,” tandas Dharma. (*)












