Scroll untuk baca artikel
Daerah

Sinergi Tanpa Batas: Mahasiswa Program Merdeka UTS Hadir Bersamai Peresmian Balai Tiga Pilar di Desa Batu Dulang

×

Sinergi Tanpa Batas: Mahasiswa Program Merdeka UTS Hadir Bersamai Peresmian Balai Tiga Pilar di Desa Batu Dulang

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Program Merdeka UTS saat membersamai kegiatan Launching Balai Tiga Pilar di Desa Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh (Istimewa)

Sumbawa, katada.id – Komitmen dalam memperkuat keamanan, ketertiban, serta pelayanan publik di tingkat desa kembali diwujudkan melalui peresmian fasilitas baru. Bertempat di Desa Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh, kegiatan launching Balai Tiga Pilar sukses digelar. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., M.Ik., bersama unsur pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta mahasiswa Program Merdeka UTS.

​Konsep Tiga Pilar desa yang melibatkan sinergi antara Kepala Desa, Babinsa (TNI), dan Bhabinkamtibmas (Polri) selama ini dikenal sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas wilayah. Dengan hadirnya fasilitas ini, ketiga unsur tersebut kini memiliki pusat koordinasi fisik yang representatif untuk merespons berbagai dinamika di tengah masyarakat secara cepat.

​Kepala Desa Batu Dulang, Isnaini, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini memiliki makna yang sangat strategis bagi masyarakat. “Kehadiran konsep Balai Tiga Pilar ini diharapkan mampu mengoptimalkan seluruh fungsi dan tugas kepolisian di tengah masyarakat. Melalui sinergi ini, prinsip pelayanan dan pengayoman tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai slogan institusi Polri semata. Lebih dari itu, konsep tersebut harus diterjemahkan ke dalam bentuk kerja nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

​Dari sudut pandang teknis operasional, aparat kepolisian menjelaskan bahwa fungsi balai ini memiliki landasan hukum yang kuat. Terkait hal tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Batu Dulang, Aipda Gede Windu, S.H., menyampaikan bahwa fungsi utama balai ini tidak hanya sebatas menjalankan aspek administratif.

Fungsi Utama Balai Tiga Pilar ini tidak hanya sekadar menjalankan aspek administratif, tetapi juga berlandaskan regulasi yang jelas, yakni Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021. Berdasarkan ketentuan tersebut, Bhabinkamtibmas bertindak sebagai ujung tombak institusi kepolisian dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat lokal. Tugas utamanya mencakup pembinaan ketenteraman publik, deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, serta melakukan problem solving (pemecahan masalah) agar setiap permasalahan sosial di masyarakat dapat diselesaikan secara kekeluargaan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

​Sementara itu, Babinsa Desa Batu Dulang, Serka Jufrin, turut menekankan pentingnya peran aktif warga dalam memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai ruang konsultasi bersama. Selain itu, Balai Tiga Pilar berfungsi sebagai penghubung langsung antara institusi kepolisian melalui Bhabinkamtibmas dengan masyarakat lokal dalam menjaga ketenteraman publik.

Tempat ini juga menyediakan ruang konsultasi dan penyelesaian masalah (problem solving) bagi warga. Apabila suatu permasalahan tidak dapat diselesaikan di tingkat RT, warga dapat membawanya ke Balai Tiga Pilar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak ragu mendatangi balai ini setiap kali menghadapi kendala atau permasalahan di lingkungan sekitar.

​Peresmian ini juga terasa semakin istimewa dengan kehadiran mahasiswa Program merdeka UTS yang turut menyertai jalannya acara. Sebagai bagian dari unsur akademisi yang membersamai warga, mahasiswa Program merdeka UTS ikut ambil bagian dalam mendukung kelancaran kegiatan sekaligus berkolaborasi dengan perangkat desa dan aparat keamanan. Bagi mahasiswa Promer UTS, momentum ini menjadi wadah pembelajaran langsung yang berharga untuk melihat bagaimana koordinasi lintas sektor dijalankan di tingkat desa demi mendukung tata kelola pemerintahan dan keamanan desa yang solid.

​Dengan diresmikannya Balai Tiga Pilar ini, Desa Batu Dulang diharapkan mampu menjadi teladan bagi desa-desa lain dalam membangun ketahanan wilayah yang harmonis, aman, serta mandiri dari tingkat paling bawah. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *