Kota Bima, katada.id—Pelayanan informasi bantuan sosial yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga tiga jam, kini bisa diakses kurang dari satu menit. Di sektor lain, penerimaan retribusi parkir meningkat lebih dari 25 persen setelah pembenahan tata kelola.
Dua capaian tersebut menjadi wajah inovasi Pemerintah Kota Bima yang dipaparkan langsung Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026, Rabu (4/11/2026).
Bukan sekadar menghadirkan teknologi, Kota Bima mengusung dua pendekatan berbeda untuk menjawab persoalan pelayanan publik. LA CIBOS hadir melalui layanan digital informasi bantuan sosial, sementara PARKIR BERAKHLAK mengandalkan pembinaan, pendataan, dan pengawasan untuk membenahi tata kelola perparkiran.
Presentasi dilakukan secara daring dari Command Center Kota Bima. Aji Man, sapaan akrab Wali Kota Bima, didampingi jajaran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Plt. Kepala Dinas Sosial, serta Dinas Perhubungan Kota Bima.
Kedua inovasi tersebut dirancang untuk menyelesaikan persoalan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mulai dari akses informasi bantuan sosial hingga transparansi penerimaan retribusi daerah.
Informasi Bansos dalam Hitungan Detik
LA CIBOS atau Layanan Cek Informasi Bantuan Sosial Kota Bima menjadi salah satu inovasi yang menonjol karena mampu memangkas waktu pelayanan secara signifikan.
“Sebumnya, masyarakat membutuhkan waktu sekitar 60 hingga 180 menit untuk mendapatkan informasi bantuan sosial. Melalui LA CIBOS, proses tersebut dapat dilakukan kurang dari satu menit,” ungkap Aji Man.
Inovasi ini tidak hanya menawarkan kecepatan, tetapi juga kemudahan akses. Masyarakat dapat memperoleh informasi bantuan sosial secara gratis, sekaligus mendorong transparansi dan ketepatan data penerima bantuan.
Dengan akses informasi yang lebih terbuka, LA CIBOS diharapkan memperkuat tata kelola bantuan sosial agar semakin tepat sasaran.
Inovasi tersebut juga mendukung pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Daerah. Pada 2026, program ini mencatat 1.200 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan alokasi anggaran mencapai Rp2,88 miliar.
Benahi Tata Kelola dan Dongkrak PAD
Jika LA CIBOS mengandalkan layanan digital, PARKIR BERAKHLAK atau Pendampingan Juru Parkir Berintegritas dan Akuntabel justru menawarkan inovasi melalui pembenahan sistem kerja di lapangan.
Persoalan kontribusi retribusi parkir yang belum optimal dijawab dengan pendataan juru parkir, penetapan target setoran, pembinaan, serta pengawasan langsung.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem perparkiran yang lebih tertib, terukur, dan akuntabel. Pembenahan tidak hanya menyasar penerimaan daerah, tetapi juga integritas juru parkir sebagai bagian penting dari pelayanan publik.
Dampaknya mulai terlihat pada realisasi retribusi parkir Kota Bima. Pada 2024, penerimaan tercatat sebesar Rp408,95 juta. Angka tersebut meningkat menjadi Rp514,44 juta pada 2025.
Dengan demikian, penerimaan retribusi parkir tumbuh 25,80 persen dalam satu tahun.
Capaian ini memperlihatkan bahwa inovasi pemerintahan tidak selalu harus berbentuk aplikasi atau digitalisasi. Perubahan pola kerja, pengawasan, dan penguatan integritas juga dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan pendapatan daerah.
Bangun Ekosistem Inovasi Berkelanjutan
Dalam pemaparannya, Aji Man menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bima untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Inovasi, menurutnya, tidak boleh berhenti pada gagasan atau sekadar memenuhi indikator penilaian, tetapi harus benar-benar menjadi instrumen untuk menyelesaikan persoalan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diperkuat melalui pembentukan BRIDA Kota Bima, pemberian insentif bagi inovator, inkubasi bisnis, hingga pengembangan kreativitas pelajar melalui workshop robotik.
Keseriusan membangun budaya inovasi juga tercermin dari peningkatan jumlah inovasi daerah. Pada 2025, Kota Bima mencatat 234 inovasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 291 inovasi pada 2026, atau tumbuh 24,4 persen, dengan tingkat kematangan inovasi rata-rata mencapai 97,32.
Sebelumnya, Kota Bima meraih predikat Kota Sangat Inovatif pada IGA 2025.
Melalui dua inovasi unggulan tersebut, Pemerintah Kota Bima kini membidik peningkatan prestasi dalam IGA 2026, dari predikat Kota Sangat Inovatif menuju Kota Terinovatif.
Namun, lebih dari sekadar penghargaan, tantangan sesungguhnya adalah memastikan inovasi terus berjalan dan memberikan dampak nyata. LA CIBOS diharapkan menjaga kemudahan akses informasi bantuan sosial, sementara PARKIR BERAKHLAK menjadi fondasi tata kelola retribusi yang lebih transparan dan akuntabel.
Dengan demikian, inovasi bukan hanya menjadi kebanggaan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi solusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Bima. (*)












