Scroll untuk baca artikel
Daerah

Anak Anggota DPRD NTB Naungi Tujuh Dapur MBG di Bima, Politisi Gerindra: Hanya Satu yang Dikelola Langsung

×

Anak Anggota DPRD NTB Naungi Tujuh Dapur MBG di Bima, Politisi Gerindra: Hanya Satu yang Dikelola Langsung

Sebarkan artikel ini
Inilah SPPG yang dikelola anak anggota DPRD NTB Yasin di Desa Rora, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, NTB. (Istimewa)

Bima, katada.id – Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Yasin membenarkan yayasan milik anaknya, Yayasan Rindu Younging City, menaungi tujuh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bima.

Namun, ia membantah seluruh dapur tersebut dikelola langsung oleh anaknya.

Menurut Yasin, dari tujuh dapur yang berada di bawah naungan yayasan tersebut, anaknya hanya mengelola satu dapur yang berada di Kecamatan Donggo. Adapun dapur-dapur lainnya dikelola oleh mitra yang berbeda, meskipun secara administratif menggunakan yayasan milik anaknya sebagai payung.

“Anak saya cuma kelola satu dapur, yang di Donggo. Kalau dapur yang lain dikelola orang lain, tapi menggunakan yayasan anak saya,” kata Yasin saat dihubungi, Senin (8/6/2026).

Yasin mengatakan keberadaan sejumlah dapur MBG di bawah yayasan tersebut tidak terlepas dari minimnya jumlah yayasan yang bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pada awal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis pada 2025. Karena itu, pihaknya mengaku berinisiatif mendukung program pemerintah dengan mengajukan sejumlah titik dapur di Kabupaten Bima.

“Dulu minim sekali yayasan yang mau gabung dengan BGN. Karena minimnya peminat, kami mendukung program presiden dengan mengajukan titik-titik dapur,” ujarnya.

Ia menyebut dapur-dapur tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Bolo, Lambitu, Lambu, Parado, Woha, Sape, Sanggar, Donggo, dan Ambalawi. Menurut dia, enam dapur selain Donggo dikelola oleh pihak lain yang memiliki kemampuan pembiayaan masing-masing.

“Enam dapur itu dikelola orang lain, bukan kita semua. Orang-orang yang punya anggaran yang kelola,” katanya.

Yasin menjelaskan, anaknya hanya membantu para mitra melalui Yayasan Rindu Younging City agar proses pengajuan kerja sama dengan BGN dapat berjalan. Ia menegaskan kepemilikan dan pengelolaan seluruh dapur tidak terpusat pada anaknya.

“Jadi bukan milik anak saya semua tujuh dapur, tetapi berada di bawah naungan yayasan,” ujarnya.

Menurut dia, sebagian dapur yang berada di bawah yayasan tersebut saat ini sudah tidak lagi beroperasi. Penghentian operasional, kata dia, disebabkan persoalan pembiayaan serta adanya temuan terkait kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

“Sudah ditutup sebagian dan beberapa tidak jalan lagi karena faktor keuangan. Mungkin karena permasalahan BGN,” kata Yasin.

Ia mencontohkan dapur MBG di Desa Sai, Kecamatan Soromandi, yang telah dihentikan operasionalnya setelah ditemukan menu makanan yang dinilai tidak memenuhi standar.

“Diberhentikan yang di Sai karena faktor telur tidak matang,” ujarnya.

Yasin mengatakan pada awal pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bima, penyerapan program belum optimal karena sejumlah kendala, termasuk proses pengajuan melalui portal Badan Gizi Nasional. Dalam kondisi itu, kata dia, anaknya membantu para calon mitra mengurus proses pengajuan.

“Karena program MBG di Kabupaten Bima itu tidak terserap, mungkin karena kendala pengajuan di portal. Waktu itu anak saya coba bantu mengajukan lewat portal BGN,” katanya.

Ia juga mengakui terdapat sejumlah mitra yang bergabung di bawah Yayasan Rindu Younging City. Namun, ia menegaskan pengelolaan operasional masing-masing dapur dilakukan oleh mitra terkait dan tidak berada di bawah kendali anaknya.

“Kita tidak munafik, memang yayasan anak saya punya beberapa mitra yang mengelola dapur MBG. Tetapi pengelolaannya bukan di bawah anak saya seperti yang dituduhkan,” ujarnya.

Yasin juga menegaskan dirinya tidak terlibat dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis tersebut.

“Nggak ada, nggak ada dapur MBG saya. Anak saya itu saja,” kata Yasin.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang dijalankan melalui Badan Gizi Nasional. Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi kelompok penerima manfaat, termasuk pelajar dan masyarakat rentan. Di berbagai daerah, pelaksanaan program tersebut melibatkan yayasan dan mitra sebagai pengelola dapur layanan. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *