Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bayi Meninggal Diduga Kendala BPJS, HMI Desak Bupati Ady Mahyudi Copot Direktur RSUD Bima

×

Bayi Meninggal Diduga Kendala BPJS, HMI Desak Bupati Ady Mahyudi Copot Direktur RSUD Bima

Sebarkan artikel ini
Kabid PTKP HMI Cabang Bima

Bima, katada.id- Meninggalnya seorang bayi di RSUD Bima jadi tragedi yang menguras rasa kemanusiaan. Ironisnya , kematiannya diduga berkaitan dengan kendala pelayanan administrasi BPJS Kesehatan.

Hal itu menuai kecaman dari berbagai pihak, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima.

“Kami mendesak Bupati Bima Ady Mahyudi segera mengevaluasi Direktur RSUD Bima. Dr. Ikhsan harus segera dicopot dari jabatannya,” tegas Kabid PTKP HMI Cabang Bima Rizal Mahendra, Minggu (21/6).

Rizal menegaskan bahwa rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik tidak boleh menjadikan persoalan administrasi sebagai alasan yang berpotensi menghambat penanganan medis terhadap pasien, terlebih dalam kondisi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.

“Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Nyawa manusia tidak boleh dikalahkan oleh urusan administrasi. Jika dugaan ini benar dan terdapat kelalaian dalam pelayanan yang berakibat fatal, maka Direktur RSUD Bima harus bertanggung jawab secara moral maupun administratif,” ujarnya.

Menurut ketua Bidang PTKP HMI Cabang Bima ini, kasus tersebut bukan hanya persoalan teknis pelayanan kesehatan, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak asasi manusia, khususnya hak memperoleh layanan kesehatan yang layak dan tanpa diskriminasi.

Oleh karena itu, diperlukan investigasi menyeluruh dan transparan untuk mengungkap kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu.

HMI menilai Bupati Bima tidak boleh menunggu polemik ini semakin meluas. Evaluasi terhadap menejer RSUD Bima harus segera dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Bupati bima harus mengambil langkah tegas. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan publik semakin menurun akibat dugaan buruknya tata kelola pelayanan di rumah sakit daerah,” tekannya.

Selain mendesak pencopotan Direktur RSUD Bima, HMI juga meminta Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Ombudsman, dan instansi terkait untuk turun tangan melakukan pemeriksaan secara independen. Hasil investigasi tersebut, menurut HMI, harus disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi dan ketidakpercayaan masyarakat.

HMI menegaskan bahwa setiap dugaan kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa pasien harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada pihak yang berlindung di balik jabatan ketika keselamatan masyarakat menjadi taruhannya.

“Ini bukan semata-mata soal jabatan Direktur RSUD Bima, tetapi tentang tanggung jawab negara dalam menjamin hak kesehatan warga. Jika terbukti ada kelalaian, maka pencopotan direktur merupakan langkah yang patut diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan yang ada,” tandasnya.

RSUD Bima Berduka

Sebelumnya, RSUD Bima menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya pasien (bayi) yang sebelumnya menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

“Kami turut berempati atas duka yang dialami keluarga dan mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkap Direktur RSUD Bima, dr. H. Ikhsan, MPH melalui keterangan tertulis, Sabtu (20/6).

Tegaskan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar

Ikhsan kemudian meluruskan informasi yang beredar di media sosial. Menurut dia pasien telah mendapatkan pelayanan medis secara berkesinambungan sejak menjalani perawatan di RSUD Bima.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian tim medis, pasien datang dengan kondisi yang sangat kritis disertai berbagai gangguan kesehatan yang kompleks, sehingga memerlukan penanganan intensif dan pemantauan secara ketat,” tegasnya.

Selama menjalani perawatan, kata dia tim dokter, perawat, tenaga kefarmasian, serta seluruh tenaga kesehatan terkait telah memberikan pelayanan  sesuai dengan kondisi klinis pasien, standar profesi, serta ketentuan yang berlaku.

“Pasien dengan kondisi kritis dan berbagai komplikasi memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi, sehingga hasil akhir pelayanan sangat dipengaruhi oleh kondisi penyakit yang mendasarinya. Meskipun demikian, setiap upaya medis yang diperlukan telah dilakukan secara optimal oleh seluruh tim yang bertugas,” terangnya.

RSUD Bima beber Ikhsan senantiasa menjunjung tinggi keselamatan pasien, profesionalisme, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanan yang diberikan. Kami juga menghormati perhatian, masukan, dan kepedulian masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menyikapi informasi secara bijaksana dan mengedepankan fakta yang utuh, serta bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dengan tetap menghormati duka yang sedang dialami keluarga pasien,” tutupnya. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *