Berstatus zona hijau covid-19, Kota Bima bisa buka kembali sektor perekonomian

0
Wali Kota Bima, H. Muhammad Lutfi. (Humas Pemkot Bima)

Kota Bima, katada.id – Kota Bima menjadi satu-satunya yang berstatus zona hijau covid-19 di NTB. Status ini membawa daerah yang dipimpin Wali Kota H. Muhammad Lutfi berada pada deretan 37 kota dan kabupaten zona hijau di Indonesia.

Hal ini diumumkan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui video conferencenya di Istana Kepresidenan, Jakarta , Rabu (24/6). Ia menyatakan ada 37 Kabupaten dan Kota yang sukses mengubah statusnya dari zona kuning Covid-19 menjadi zona hijau.

Suksesnya Kota Bima mempertahankan zona hijau Covid-19, maka Kota Tepian Air ini dinyatakan bisa membuka kembali sektor perekonomian.

Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi mengungkapkan rasa haru dan bahagianya Kota Bima berada pada zona hijau, aman dan terbebas dari penyebaran wabah covid-19.

“Ini adalah keberhasilan kita semua, seluruh masyarakat Kota Bima sehingga kita bisa menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Bima dan berhasil menjadi zona hijau,” ungkap Wali Kota Bima, Kamis (25/6).

Ia mengapresiasi seluruh tenaga medis dan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran penyebaran di masyarakat. Maupun pelayanan kesehatan kepada pasien Covid-19 di lokasi isolasi maupun rumah sakit.

Walaupun Kota Bima saat ini berada di zona hijau, namun Wali Kota mengharapkan apa yang telah dicapai ini tidak membuat lengah. Masyarakat tetap diminta waspada dalam menjalankan aktivitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19.

“Alhamdulillah, kami berharap untuk selanjutnya Kota Bima akan terus berada pada zona hijau atau zona aman. Kami juga berharap agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan covid-19 menyongsong kehidupan new normal di Kota Bima dengan tetap menggunakan masker dan mematuhi sosial distancing dan physical distancing,” pintanya.

Menurutnya, selama ini mekanisme PSBK telah dilaksanakan secara menyeluruh di wilayah Kota Bima. Demikian pula, edukasi dan sosialisasi terkait covid-19 tetap diberikan pada masyarakat, baik melalui Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Bima, maupun melalui pihak kecamatan, kelurahan, dan RT/RW.

“Sejauh ini kita sudah lalui semua mekanisme yang ada. Edukasi masyarakat melalui RT dan RW, pengetatan PSBK, Penempatan Westafel Portable ditempat keramaian seperti pasar dan perkantoran, disinfektan tempat umum secara rutin, dan terus menghimbau masyarakat untuk selalu cuci tangan,” ujarnya.

Sampai dengan bulan Mei 2020, realisasi penggunaan dana  covid-19 di Kota Bima mencapai angka Rp4.460.555.500. Dengan rincian untuk bulan April sebesar Rp517.030.000 dan bulan Mei Rp3.943.525.500. Dana ini penggunaannya tersebar di beberapa OPD diantaranya BPBD, Dikes, Dinsos  Koperindag dan Kesbangpol. (izl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here