Bima katada.id-Bupati Ady Mahyudi bersama wakil Bupati (Wabup) dr. H. Irfan Zubaidy terus menggalakkan gerakan pelestarian lingkungan melalui program penghijauan di wilayah Kabupaten Bima. Pada hari kedua pelaksanaan Program Selasa Menyapa Putaran II di Kecamatan Parado, Selasa (12/5/2026), keduanya melakukan penanaman pohon di halaman SDN Kanca dan SDN Parado Wane.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda pemerintah daerah selain peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur publik di Kecamatan Parado.
Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Bima Murni Suciyanti, Ketua GOW Kabupaten Bima Anita, para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Camat Parado Hamzah, S.Sos, serta unsur Muspika disambut meriah oleh para guru dan siswa SDN Kanca.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ady Mahyudi menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, termasuk dalam menanamkan kesadaran menjaga lingkungan.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk karakter. Melalui kegiatan ini, kita mengajarkan pentingnya menjaga alam dan mencintai lingkungan sejak usia dini,” ujar Bupati di hadapan para guru dan siswa.
Menurutnya, penghijauan lingkungan sekolah memiliki manfaat besar dalam menciptakan suasana belajar yang sehat, nyaman, dan asri bagi peserta didik. Ia juga berharap pohon-pohon yang ditanam dapat dirawat bersama agar memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
Sementara itu, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy menyampaikan bahwa gerakan menanam pohon merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.
“Lingkungan yang hijau akan menciptakan udara yang sehat dan suasana yang nyaman. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda,” jelasnya.
Selain kegiatan penghijauan, pemerintah daerah juga melakukan pemasangan prasasti Program Selasa Menyapa di Kantor Desa Kanca dan Kantor Desa Parado Wane. Pemasangan prasasti tersebut menjadi simbol hadirnya pemerintah daerah melalui pelayanan dan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (*)













