Bupati Jadi Penjamin, Jaksa Tetap Tolak Tangguhkan Penahanan Kades Lingsar

0
421
Kades Lingsar, Sahyan saat ditahan di Lapas Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Harapan tersangka kasus korupsi dana CSR PDAM Giri Menang, Sahyan untuk dialihkan penahanannya pupus. Kejari Mataram menolak pengajuan penangguhan penahanan dari tersangka.

Jaksa tetap teguh pada pendirian untuk menahan Kades Lingsar itu di Lapas Mataram. Meski pun penjamin penangguhan penahanan itu orang nomor satu di Lombok Barat. Yakni Bupati Fauzan Khalid.

Pada surat penangguhan Nomor: 052/SK.PDT/ADV.BH/VIII/EX/2019 itu, tidak hanya Bupati Fauzan, tetapi Wakil Bupati Hj Sumiatun juga mengajukan diri sebagai penjamin. ’’Kami telah menerima surat penangguhan penahan tersangka. Bupati dan wakil bupati dijadikan penjamin. Tetapi, kami tetap tahan tersangka,” tegas Kasi Pidsus Kejari Mataram, AA Gde Putra, Jumat (30/8).

Jaksa tidak mengamini permintaan penangguhan tersangka atas pertimbangan yuridis. Jaksa khawatir tersangka menghilangkan barang bukti, melarikan diri, dan mengulangi perbuatannya lagi. ”Itu dasar kami tetap menahan tersangka,” ucapnya.

Di sisi lain, ia menjelaskan, saat ini berkas penyidikan tersangka masih dilengkapi. Dalam waktu dekat, penyidik akan melimpahkan kepada jaksa peneliti. ”Segera kami akan limpahkan berkasnya,” kata dia.

Sebelumnya, Bupati Lobar Fuazan Khalid menjadi penjamin penangguhan penahanan Kades Lingsar bukan dalam kapasitas sebagai bupati. ’’Tetapi atas nama pribadi,’’ kata bupati, Minggu (25/8).

Ia melakukannya murni atas pertimbangan kemanusiaan. Mengingat kades tersebut tidak pernah tersangkut hukum di waktu-waktu sebelumnya. ’’Bahwa yang bersangkutan adalah tulang punggung keluarganya serta telah berjanji tidak akan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri,’’ jelasnya.

Karena itu, surat tersebut tidak menggunakan kop pemda. Ia menandatangani atas nama pribadi walaupun dalam surat itu disebutkan jabatan. ’’Itu karena sifat jabatan melekat,’’ terangnya.

Bupati setuju menandatangani surat tersebut agar situasi di Lingsar kondusif, seiring kehadiran tim geopark dunia yang juga menilai Taman Lingsar. ’’Yang menghadap untuk hal tersebut banyak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga pak kades,’’ tandasnya.

Sebagai informasi, Sahyan tersandung kasus korupsi dana CSR PDAM Giri Menang. Ia telah ditahan di Lembaga Pemasyarakat Mataram. Ia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyalahgunakan dana bantuan sebesar Rp 165 juta.

Anggaran tersebut tidak masuk ke rekening desa, tetapi dikirim ke rekening pribadi kepala desa tanpa persetujuan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). (dae)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here