Mataram, katadata.id- Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berdaya saing global. Terbaru, mereka menerima empat mahasiswa internasional asal Sudan pada Tahun Akademik 2026-2027.
Kehadiran mahasiswa dari Sudan tersebut menjadi bagian dari upaya UMMAT memperluas jejaring internasional sekaligus membangun lingkungan akademik yang semakin terbuka terhadap keberagaman budaya dan perspektif global.
Keempat mahasiswa tersebut akan menempuh pendidikan pada sejumlah program studi di lingkungan UMMAT. Mohamed Ali Elzain Mohamed dan Ali Ibrahim Ali Elhaj mengambil Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam (FAI).
Sementara Abualgassim Khaled Elias Omar menempuh pendidikan pada Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL). Adapun Omnia Ibrahim Adam Musa memilih Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK).
Dengan tambahan empat mahasiswa tersebut, jumlah mahasiswa internasional UMMAT kini mencapai 20 orang. Sebelumnya, UMMAT memiliki 16 mahasiswa internasional.
Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) UMMAT, Asbah, M.Hum., mengatakan kehadiran mahasiswa internasional bukan sekadar menambah jumlah mahasiswa asing di lingkungan kampus.
Menurut dia, keberadaan mahasiswa dari berbagai negara menjadi salah satu indikator berkembangnya proses internasionalisasi UMMAT. Interaksi lintas negara di lingkungan kampus juga diharapkan membentuk international atmosphere yang kemudian berkembang menuju internationalization at home dan *internationalization of the curriculum*.
“Keberadaan mahasiswa internasional di UMMAT merupakan salah satu indikator penting bergeraknya proses internasionalisasi kampus. Namun, menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara bukanlah tujuan akhir,” kata Asbah.
Ia mengatakan keberagaman mahasiswa dapat menciptakan ruang pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa lokal. Pengalaman tersebut memungkinkan mahasiswa mengenal bahasa, budaya, kebiasaan, serta perspektif dari negara lain tanpa harus meninggalkan lingkungan kampus.
Wakil Rektor IV UMMAT yang membidangi KUIK, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., mengatakan UMMAT akan terus memperluas kerja sama dan jejaring internasional untuk menarik mahasiswa dari berbagai negara.
“Kami terus mendorong agar UMMAT menjadi kampus yang semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat internasional. Kehadiran mahasiswa dari Sudan ini menjadi energi positif bagi proses internasionalisasi yang sedang kita bangun,” ujar Zaenudin.
Ia berharap mahasiswa internasional yang belajar di UMMAT tidak hanya berasal dari Sudan, tetapi juga dari semakin banyak negara.
Menurut Zaenudin, kehadiran mahasiswa internasional memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa asing dapat mengenal Indonesia dan lingkungan akademik UMMAT, sedangkan mahasiswa lokal memperoleh pengalaman berinteraksi dengan komunitas internasional.
“Mahasiswa UMMAT tidak harus pergi ke luar negeri terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman internasional. Ketika lingkungan kampus menghadirkan keberagaman kebangsaan, bahasa, budaya, dan cara pandang, proses internationalization at home sesungguhnya sudah mulai berlangsung,” katanya.
Karena itu, UMMAT tidak hanya berfokus meningkatkan jumlah mahasiswa internasional, tetapi juga menyiapkan ekosistem kampus yang inklusif, adaptif, serta mampu memberikan pengalaman akademik dan sosial yang berkualitas.
Rektor UMMAT, Dr. H. Abdul Wahab, M.A., menyambut bertambahnya mahasiswa internasional yang memilih UMMAT sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.
Ia mengatakan kepercayaan mahasiswa dan keluarga dari luar negeri menjadi modal penting bagi UMMAT dalam memperkuat transformasi universitas menuju perguruan tinggi yang unggul, Islami, dan berwawasan global.
“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut dengan penuh kebahagiaan mahasiswa internasional yang mempercayakan pendidikan mereka kepada Universitas Muhammadiyah Mataram,” ujar Abdul Wahab.
Menurut dia, masuknya empat mahasiswa asal Sudan membuat jumlah mahasiswa internasional UMMAT menjadi 20 orang.
“Bagi kami, 20 mahasiswa internasional ini bukan sekadar angka. Kehadiran mereka merupakan bagian penting dari proses membangun lingkungan akademik yang lebih terbuka, multikultural, dan berwawasan global,” katanya.
Abdul Wahab menegaskan UMMAT akan terus meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan akademik, fasilitas pendukung, serta kerja sama internasional. Langkah tersebut diperlukan agar mahasiswa dari berbagai negara memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas selama berada di Indonesia.
“Kami ingin mahasiswa internasional tidak hanya mendapatkan ilmu di ruang kuliah, tetapi juga mengenal masyarakat Indonesia, budaya lokal, nilai-nilai Islam yang berkemajuan, serta memperoleh pengalaman hidup dalam lingkungan akademik yang beragam,” ujarnya.
Sebaliknya, kehadiran mahasiswa internasional juga dinilai memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen UMMAT mengenai perkembangan serta dinamika dunia internasional.
Abdul Wahab berharap jumlah mahasiswa internasional UMMAT terus bertambah dari tahun ke tahun dan berasal dari lebih banyak negara. Namun, peningkatan jumlah tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu akademik dan penguatan ekosistem internasional di lingkungan kampus.
“Target kita bukan semata-mata menghadirkan mahasiswa dari luar negeri, tetapi membangun UMMAT sebagai kampus yang benar-benar memiliki atmosfer internasional, sehingga seluruh sivitas akademika dapat memperoleh pengalaman global di dalam lingkungan kampus sendiri,” tandasnya.










