Mataram, katawa.id – Pengurus Provinsi Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Nusa Tenggara Barat (NTB) masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan dan dilantik, Minggu (30/8). Momentum tersebut menjadi penanda kebangkitan Perbasasi NTB setelah vakum selama 12 tahun.
Prosesi pengukuhan dan pelantikan berlangsung di Ballroom Hotel Lombok Plaza, Mataram. Sebelumnya, pembentukan kepengurusan baru diawali dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Perbasasi NTB.
Pengukuhan pengurus baru tersebut berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Perbasasi Nomor 019/PERBASASI-NTB/VIII/2026 tertanggal 26 Agustus 2026.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan surat keputusan, janji prasetya, penandatanganan berita acara, serta penyerahan bendera Pataka Perbasasi NTB. Sejumlah unsur pemerintahan dan olahraga turut hadir dalam agenda tersebut.
Ketua Umum Pengprov Perbasasi NTB M. Putera Ferryandi, M.IP, mengatakan pengukuhan dan pelantikan tersebut menjadi tonggak penting untuk menghidupkan kembali olahraga baseball dan softball di NTB.
“Softball dan baseball telah benar-benar hadir pertama dan siap bertumbuh di bumi NTB,” ujar Ferryandi yang akrab disapa Yandi.
Dia menargetkan Perbasasi NTB mampu membawa atlet daerah tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Karena itu, pembinaan atlet menjadi salah satu program utama kepengurusan periode 2026–2030.
Pembinaan tidak hanya menyasar atlet yang sudah ada. Perbasasi NTB akan mendorong pengembangan baseball dan softball sejak usia dini, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga kalangan pemuda.
“Visi kami tegas, menjadikan NTB sebagai provinsi yang diperhitungkan dalam peta softball dan baseball,” tegasnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, Perbasasi NTB akan membangun sinergi dengan pemerintah daerah kabupaten/kota serta Pemerintah Provinsi NTB. Dukungan pemerintah dinilai penting untuk memperluas pembinaan sekaligus menyiapkan fasilitas dan kompetisi bagi atlet.
Ketua Umum PB Perbasasi Andika Manoarfa mengatakan baseball dan softball sebenarnya bukan olahraga baru bagi masyarakat NTB. Namun, selama ini perkembangan kedua cabang olahraga tersebut belum berjalan secara optimal.
“NTB dulu sekali banyak yang bermain softball dan baseball, tapi belum sampai profesional,” ungkap Andika.
Dia menyebut kepengurusan yang baru dikukuhkan memiliki arti penting bagi keberlangsungan organisasi di NTB. Sebab, sebelumnya memang pernah terdapat surat keputusan kepengurusan, tetapi tidak diikuti dengan aktivitas organisasi yang berjalan.
“NTB baru pertama kalinya punya pengurus seperti ini. Sebelum-sebelumnya ada SK, tapi orangnya tidak ada,” katanya.
Andika juga mengapresiasi komposisi pengurus baru Perbasasi NTB. Sebagian pengurus memiliki latar belakang keolahragaan, termasuk guru olahraga. Hal tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Apalagi, NTB akan menjadi tuan rumah PON 2028. Andika mengatakan terdapat tiga nomor yang akan dipertandingkan dan pihaknya akan melakukan efisiensi terhadap dua nomor, salah satunya baseball five.
“NTB adalah tuan rumah PON 2028. Ada tiga nomor yang dipertandingkan dan tahun ini kita akan mengefisiensikan dua nomor, di antaranya baseball five,” jelasnya.
Tak hanya pembinaan melalui organisasi dan klub, Andika juga mendorong agar olahraga softball dapat diperkenalkan lebih luas di lingkungan pendidikan.
“Kita coba dorong softball masuk kurikulum, contohnya ada di Jepang,” lanjutnya.
Dukungan pemerintah daerah terhadap kebangkitan Perbasasi NTB juga menguat. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa baseball dan softball tidak boleh tertinggal dari daerah lain.
Umi Dinda, sapaan akrabnya, menyadari bahwa membesarkan olahraga tidak lepas dari berbagai persoalan dan dinamika. Namun, dengan semangat serta koordinasi yang baik, berbagai tantangan tersebut diyakini dapat dilewati.
“Dengan adanya semangat, kita yakin semua itu akan terlewati dengan baik. Saya yakin Dae Yandi ini dengan pengurus yang ada dapat berkoordinasi dengan baik,” ungkapnya.
Dia juga menilai kepengurusan baru Perbasasi NTB berpeluang mendapatkan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota. Sebab, para kepala daerah di NTB dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga.
“Kita bersyukur kepala daerah kabupaten/kota di NTB ini sangat mencintai olahraga,” ujarnya. (*)












