Mataram, katada.id– Anggota DPD RI, Mirah Midadan Fahmid, mendorong Pemerintah Kabupaten Dompu bersama pemangku kepentingan mengoptimalkan Pelabuhan Soro Kempo sebagai penopang utama rantai pasok jagung dari Pulau Sumbawa. Penguatan fungsi pelabuhan dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi, meningkatkan efisiensi logistik, sekaligus melindungi harga jual di tingkat petani.
Menurut Mirah, Dompu merupakan salah satu sentra produksi jagung nasional yang membutuhkan dukungan sistem logistik yang andal. Tanpa distribusi yang lancar, hasil panen berisiko menumpuk di gudang sehingga dapat menekan harga di tingkat petani.
“Dompu merupakan salah satu sentra produksi jagung nasional. Oleh karena itu, distribusi hasil panen harus berjalan tanpa hambatan agar petani tidak dirugikan akibat keterlambatan pengiriman maupun penumpukan stok di gudang,” ungkap Mirah, Minggu (2/8).
Dorongan tersebut disampaikan di tengah membaiknya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Soro Kempo. Setelah sempat mengalami kendala akibat antrean kapal di pelabuhan tujuan. Pengiriman jagung dari Dompu menuju Surabaya kini kembali berjalan normal dengan kapal yang bersandar secara terjadwal.
Normalisasi aktivitas pelabuhan itu dinilai menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan rantai pasok komoditas jagung. Kelancaran distribusi tidak hanya memangkas biaya logistik, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha.
Di sisi lain, peningkatan aktivitas pelabuhan turut berdampak pada penerimaan daerah. Hingga awal Juli 2026, realisasi retribusi jasa Pelabuhan Soro Kempo mencapai sekitar Rp340 juta atau sekitar 60 persen dari target tahunan sebesar Rp561 juta.
Meski demikian, senator Mirah menilai keberhasilan pengelolaan pelabuhan tidak cukup diukur dari besarnya penerimaan retribusi. Fungsi utama pelabuhan sebagai penghubung rantai pasok hasil pertanian harus menjadi prioritas agar distribusi berlangsung efisien dan harga jagung tetap stabil di tingkat produsen.
Untuk memperkuat peran Pelabuhan Soro Kempo sebagai simpul logistik Pulau Sumbawa, Mirah mengusulkan sejumlah langkah strategis. Pemerintah daerah diminta menyusun jadwal pengiriman hasil panen secara terpadu bersama operator pelabuhan dan perusahaan pelayaran guna menghindari penumpukan komoditas pada musim panen.
Selain itu, kapasitas pelabuhan juga perlu ditingkatkan melalui pengembangan fasilitas bongkar muat, gudang penyimpanan, dan akses jalan menuju kawasan pelabuhan. Pemerintah juga didorong memfasilitasi koordinasi antara perusahaan pelayaran, pedagang, dan kelompok tani agar ketersediaan armada pengangkut tetap terjaga.
Ia juga menegaskan, keberhasilan Pelabuhan Soro Kempo seharusnya tidak hanya tercermin dari capaian pendapatan daerah, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kelancaran rantai pasok, meningkatkan daya saing komoditas jagung Dompu, serta memberikan kepastian pendapatan bagi petani. Dengan penguatan tata kelola dan infrastruktur, pelabuhan tersebut diharapkan mampu menjadi simpul logistik yang menopang pertumbuhan ekonomi Dompu dan Nusa Tenggara Barat. (*)












