Mataram, katada.id – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Nusa Tenggara Barat (NTB) menitipkan sejumlah aspirasi pendidikan kepada Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani. Salah satunya, perluasan akses dan kuota beasiswa bagi putra-putri NTB, mulai jenjang S1, S2, hingga S3.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam Dialog Publik bertema “Membaca Arah Pendidikan: Pemerataan Akses, Peningkatan Mutu, Kesejahteraan Guru, dan Keadilan Anggaran” di Bhumi Resto, depan Kampus UIN Mataram, Minggu (27/9).
Ketua EW-LMND NTB Arif Haryadin mengapresiasi kehadiran Lalu Hadrian Irfani sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA tersebut.
Menurut Arif, kehadiran Wakil Ketua Komisi X DPR RI menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan pendidikan di NTB kepada wakil rakyat di tingkat pusat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak H. Lalu Hadrian Irfani yang telah hadir di tengah-tengah kami. Ini merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, terutama terkait persoalan pendidikan di NTB,” ujar Arif.
Dia mengatakan, persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas dan proses belajar mengajar. Lebih dari itu, pendidikan menyangkut masa depan generasi muda, pemerataan kesempatan belajar, kualitas tenaga pendidik, hingga kebijakan anggaran yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, EW-LMND NTB berharap dialog tersebut tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan gagasan yang dapat diperjuangkan dalam kebijakan pendidikan nasional.
Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah perluasan akses beasiswa bagi generasi muda NTB. Menurut Arif, banyak anak daerah memiliki potensi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tetapi masih membutuhkan dukungan dan kesempatan.
“Kami berharap Bapak H. Lalu Hadrian Irfanti dapat terus memperjuangkan kepentingan pendidikan masyarakat NTB, termasuk memperluas akses dan kuota beasiswa S1 maupun S2 bagi anak-anak NTB. Banyak generasi muda kita yang memiliki potensi, tetapi masih membutuhkan dukungan dan kesempatan,” tegasnya.
Selain beasiswa, EW-LMND NTB juga menitipkan aspirasi terkait pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu sekolah, kesejahteraan guru, serta keadilan dalam pengalokasian anggaran pendidikan.
Arif berharap berbagai persoalan tersebut dapat menjadi perhatian dalam pembahasan kebijakan di tingkat nasional, khususnya melalui peran Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan.
Menurut dia, dialog publik merupakan ruang untuk mempertemukan gagasan mahasiswa, akademisi, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Karena itu, suara mahasiswa dan masyarakat harus terus didengar agar arah kebijakan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” pungkas Arif.
Dialog publik tersebut juga menghadirkan akademisi UMMAT Isnaini, S.Pd., M.H., M.Pd., Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, M.M., M.Kes. dari Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM), serta praktisi pendidikan NTB Sadrul Imam, S.Ip., M.Ip. (*)












