Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerah

Gelontorkan Rp18,2 Miliar, Pemkab Bima Aspal 9,5 Kilo Jalan di Tahun 2025

×

Gelontorkan Rp18,2 Miliar, Pemkab Bima Aspal 9,5 Kilo Jalan di Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Bupati Bima Bersama Pimpinan DPRD Saat Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ APBD 2025

Bima, Katada.id – Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas PUPR telah menggelontorkan APBD 2025 sebesar Rp18,2 miliar untuk pembangunan jalan (aspal) jalan yang tersebar pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima.

Pembangunan itu menyentuh 9 ruas jalan yang tersebar di sejumlah kecamatan, dari Donggo hingga Lambitu.

Informasi yang diperoleh, anggaran sebesar Rp18,2 miliar yang dikerjakan PT CHP berhasil menghotmix 9,5 kilo meter jalan rusak.

“Pembangunan atau peningkatan jalan 9,5 km,” kata Legislator Lila Ramadhani Sukendy, saat memaparkan laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bima atas penggunaan APBD 2025 di rapat Paripurna DPRD, Senin (30/3/2026).

Sebelumnya Kabid Bina Marga Dinas PUPR, M. Farid Wajdi, ST mengakui bahwa anggaran tersebut diperuntukan untuk menghotmix sejumlah titik jalan mengalami kerusakan.

“Terdapat 9 ruas jalan yang yang ditangani (aspal) melalui APBD 2025. Pekerjaan ini sejalan dengan komitmen Bupati Ady Mahyudi dan Wabup Irfan Zubaidy,” kata dia, Sabtu (11/10/2025).

9 Ruas Jalan Diperbaiki

Informasi yang diperoleh, anggaran besar itu diperuntukan untuk menghotmix 9 ruas jalan. Meliputi:

1. Ruas Sape – Riamau dengan pagu Rp3 miliar

2. Ruas Roka – Kuta Kecamatan Lambitu, pagu Rp2,150 miliar

3. Ruas Dumu – Kangga Kecamatan Langgudu, pagu Rp1 miliar

4. Ruas Nata – Cenggu, pagu Rp6 miliar

5. Ruas Tente – Godo, pagu Rp2,350 miliar

6. Ruas Rasabou – Kananga Kecamatan Bolo, pagu Rp600 juta

7. Ruas Sarita – Wadukopa, pagu Rp1 miliar

8. Ruas Sarita – Simpang O’o, pagu Rp600 juta

9. Ruas Kore – TPI Kecamatan Sanggar, pagu Rp1,5 miliar

Sebagai informasi, data terbaru BPS Kabupaten Bima tahun 2026 melaporkan bahwa hanya 30 persen dari 800 kilo jalan kewenangan Pemkab Bima dalam kondisi baik. Sebanyak 60 persen mengalami kerusakan, yang mayoritasnya dalam keadaan rusak berat. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *