Scroll untuk baca artikel
Daerah

Gubernur Miq Iqbal Tunda Pulang, Lanjutkan Solidaritas di Manggarai Timur

×

Gubernur Miq Iqbal Tunda Pulang, Lanjutkan Solidaritas di Manggarai Timur

Sebarkan artikel ini

Manggarai Timur, katada.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memilih menunda kepulangannya dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Agenda Tim Solidaritas KR-BNN NTB diperpanjang satu hari untuk memastikan dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur berjalan sesuai kebutuhan.

Semula, Miq Iqbal bersama rombongan dijadwalkan kembali ke NTB pada Jumat pagi (21/8/2026). Namun, setelah melihat langsung kondisi masyarakat di lokasi terdampak, gubernur memutuskan melanjutkan agenda kemanusiaan di NTT.

Dari Posko Inti Tim NTB di Dusun Dampe, Desa Satar Pudut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Miq Iqbal kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur.

Perjalanan sekitar lima jam tersebut dilakukan untuk berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terkait penanganan dan dukungan lanjutan bagi masyarakat terdampak gempa.

Setibanya di Posko Borong, rombongan Tim Solidaritas NTB disambut Sekretaris Daerah Manggarai Timur bersama jajaran perangkat daerah, relawan, dan masyarakat.

Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur tidak berada di posko karena sedang turun langsung ke lapangan untuk membersamai masyarakat terdampak.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh haru. Dalam kesempatan itu, Miq Iqbal menegaskan bahwa kehadiran NTB di Manggarai Timur merupakan bentuk solidaritas dan persaudaraan antardaerah.

Menurutnya, Tim Solidaritas KR-BNN NTB yang telah berada di lapangan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Langkah tersebut penting agar bantuan maupun dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dalam situasi seperti ini, kebersamaan adalah kekuatan yang paling penting untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat. Kami datang dari NTB sebagai saudara,” ujar Miq Iqbal.

Dia mengatakan, pihaknya akan terus melihat apa yang bisa dibantu dan mengoordinasikannya bersama pemerintah daerah.

Miq Iqbal juga membagikan pengalaman NTB dalam menangani dampak gempa Lombok. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa proses penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri.

Dibutuhkan kerja bersama, koordinasi yang kuat, serta kesabaran dalam mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga memasuki tahap pemulihan.

“Kami pernah merasakan situasi yang sama. Karena itu kami memahami apa yang dirasakan saudara-saudara kami di sini,” katanya.

Miq Iqbal mengajak masyarakat terdampak untuk tetap kuat dan tidak kehilangan harapan untuk bangkit.

“Yang terpenting adalah tetap kuat, tetap bersama, dan tidak kehilangan harapan untuk bangkit kembali,” lanjutnya.

Keputusan memperpanjang kunjungan di NTT menjadi bagian dari komitmen NTB dalam memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat Manggarai Timur.

Bagi Miq Iqbal, solidaritas tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyerahan bantuan. Kehadiran langsung, komunikasi, serta kerja bersama dengan pemerintah dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Dari Dampe menuju Borong, perjalanan Tim Solidaritas NTB membawa pesan bahwa bencana tidak mengenal batas wilayah. Demikian pula dengan persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan.

Ketika masyarakat menghadapi masa sulit, dukungan dari daerah lain diharapkan menjadi kekuatan tambahan untuk mempercepat pemulihan dan membangkitkan kembali harapan masyarakat terdampak. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *