Mataram, Katada.id — Wilayah pesisir dan kepulauan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu fokus utama program kemanusiaan yang dijalankan Lembaga Filantropi Kami Bantu pada momentum Iduladha tahun ini. Melalui program distribusi khusus, Kami Bantu berhasil mengirimkan dan memastikan kesiapan hewan kurban berupa sapi berkualitas terbaik untuk masyarakat di Longos, NTT, dan Sangiang, NTB.
Program tersebut merupakan bagian dari penyaluran total lima ekor sapi kurban yang juga didistribusikan ke sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dan Kalimantan.
Kedatangan hewan kurban disambut antusias oleh masyarakat Longos dan Sangiang. Selama ini, kedua wilayah tersebut kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap program kurban berskala besar akibat tantangan transportasi dan distribusi antarpulau. Kehadiran sapi kurban diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas sosial di kawasan yang relatif terpencil.
Direktur Utama Lembaga Filantropi Kami Bantu, Mega Oktaviany, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap bantuan kemanusiaan.
“ Kami Bantu berkomitmen untuk hadir di titik-titik yang jarang tersentuh oleh bantuan arus utama. Melalui distribusi di Longos dan Sangiang, kami ingin menegaskan bahwa esensi filantropi adalah menghadirkan dampak terbesar bagi masyarakat yang paling membutuhkan, bukan sekadar menjangkau wilayah yang paling mudah diakses,” ujarnya.
Proses pengiriman hewan kurban ke kedua wilayah tersebut menuntut kesiapan logistik yang matang. Distribusi dilakukan melalui kombinasi jalur laut dan darat dengan memperhatikan aspek kesehatan hewan serta pemenuhan syariat kurban hingga tiba di lokasi tujuan.
Direktur Regional Timur Kami Bantu, Dr. Furkan Sangiang, menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat setempat menjadi faktor penting dalam keberhasilan distribusi di lapangan.
“Longos di NTT dan Sangiang di NTB merupakan representasi ketangguhan masyarakat pelosok yang perlu terus mendapatkan dukungan. Sinergi dengan warga setempat tidak hanya memperlancar proses distribusi, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan bersama terhadap program kemanusiaan ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui program ini, Kami Bantu berharap semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha dapat dirasakan secara merata hingga ke wilayah-wilayah terpencil, sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (*)













