Lombok Barat, katada.id – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin milik PT Jembatan Lautan (JEMLA) mengalami kebakaran saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan ASDP Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026) dini hari
Berdasarkan data manifest, KMP Putri Yasmin membawa 114 penumpang dan 17 awak kapal. Dengan demikian, sebanyak 131 orang tercatat berada di atas kapal ketika insiden terjadi.
Informasi kebakaran diterima Kantor SAR Mataram sekitar pukul 04.39 Wita. Sementara informasi mengenai insiden tersebut diterima personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar sekitar pukul 04.50 WITA.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran terjadi ketika KMP Putri Yasmin berada di sekitar perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
Pihak PT JEMLA membenarkan adanya kebakaran tersebut. Api diduga berasal dari satu unit truk boks yang berada di dalam kapal.
“Saat ini situasi di atas kapal masih dalam proses penanganan oleh kru kapal,” demikian informasi awal yang diterima petugas.
Untuk membantu penanganan, KMP PortLink II yang berada tidak jauh dari lokasi diarahkan menuju posisi KMP Putri Yasmin. Kapal tersebut disiapkan untuk membantu penanganan sekaligus melakukan evakuasi apabila diperlukan.
Selain itu, KMP Parama Kalyani juga disiapkan memberikan bantuan. Kapal tersebut akan bergerak menuju lokasi setelah menyelesaikan proses bongkar muatan di Pelabuhan ASDP Lembar.
Sementara itu, Kantor SAR Mataram langsung mengerahkan sejumlah personel dan armada untuk melakukan operasi penyelamatan.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan keselamatan penumpang dan kru kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian,” ujar Hariyadi, Rabu (12/8/2026).
Karena kondisi darurat, Kantor SAR Mataram juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Denpasar. Tim SAR Denpasar turut mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu proses evakuasi.
Pemantauan dari udara juga dilakukan. Helikopter dari SGi Air Bali dikerahkan untuk membantu memantau situasi di sekitar lokasi kejadian dari udara.
Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yacht, SGi Air Bali, masyarakat setempat serta unsur terkait lainnya.












