Scroll untuk baca artikel
Hukum dan Kriminal

Polisi Siapkan Pemanggilan Terlapor Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Bupati Dompu

×

Polisi Siapkan Pemanggilan Terlapor Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Bupati Dompu

Sebarkan artikel ini
Kasatreskrim Polres Dompu

Dompu, Katada.id – Polres Dompu mulai menyelidiki laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan Bupati Dompu Bambang Firdaus. Penyelidik kini tengah menyiapkan pemanggilan sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

Kasatreskrim Polres Dompu AKP Masdidin mengatakan, pemeriksaan akan dilakukan terhadap pelapor maupun pihak terlapor untuk mengklarifikasi peristiwa yang dilaporkan.

“Masih kita siapkan panggilan pemeriksaan saksi,” kata Masdidin.

Ia menjelaskan, keterangan para saksi diperlukan untuk menggambarkan secara utuh peristiwa yang dilaporkan, sekaligus menentukan ada tidaknya unsur pidana.

“Keterangan saksi kita perlukan agar bisa menggambarkan peristiwanya,” ujarnya.

Sejauh ini, polisi telah menelaah laporan yang diajukan Bambang. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik atas isu perselingkuhan yang beredar di media sosial.

“Ya, berkaitan dengan pencemaran nama baik,” katanya.

Salah satu akun Facebook yang dilaporkan bernama Raja Pesisir. Namun, polisi masih menelusuri identitas pemilik akun tersebut.

“Itu juga yang perlu kami telusuri nanti,” imbuhnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Bambang Firdaus, Supardin Siddik, menyebut laporan dibuat setelah timnya menganalisis sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan penghinaan dan pencemaran nama baik.

“Akun-akun itu secara masif, terus menerus menyerang kehormatan klien kami,” kata Supardin.

Menurutnya, laporan ke polisi merupakan langkah hukum untuk menjaga kehormatan kliennya dari tuduhan yang dinilai tidak berdasar.

“Tuduhan-tuduhan oleh beberapa orang di media sosial merupakan tuduhan yang tak berdasar,” tegasnya.

Secara terpisah, Nadira membantah isu yang menyebut dirinya memiliki hubungan khusus dengan Bupati Dompu.

“Tidak ada hubungan spesial atau personal dengan Bupati Dompu,” ujarnya.

Ia juga menilai potongan pesan yang beredar di media sosial tidak utuh dan menimbulkan penafsiran keliru.

“Informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi,” tegasnya.

Nadira mengaku dirugikan secara psikologis akibat isu yang beredar. Ia pun berharap masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi.

“Saya berharap masyarakat dapat memberikan ruang kepada saya untuk menyelesaikan persoalan tanpa spekulasi,” tutupnya.(*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *