Scroll untuk baca artikel
Hukum dan Kriminal

Teka-teki Kematian Mahasiswi Unram Nadya Mulai Terkuak, Polisi Diklaim Sudah Kantongi Calon Tersangka

×

Teka-teki Kematian Mahasiswi Unram Nadya Mulai Terkuak, Polisi Diklaim Sudah Kantongi Calon Tersangka

Sebarkan artikel ini
Foto istimewa.

Teka-teki Kematian Mahasiswi Unram Nadya Mulai Terkuak, Polisi Diklaim Sudah Kantongi Calon Tersangk

Mataram – Hampir dua bulan sejak jasad mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany, ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya, teka-teki di balik kematiannya mulai menunjukkan titik terang.
Tim penyidik Polresta Mataram disebut telah mengantongi identitas calon tersangka yang diduga bertanggung jawab atas kematian mahasiswi asal Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, tersebut.
Informasi itu diungkapkan penasihat hukum keluarga korban, Lalu Anton Hariawan, usai mendampingi ibu korban melakukan hearing dengan penyidik di Mapolresta Mataram, Senin (13/7/2026)
“Kalau dari penyidik sudah mengantongi nama tersangkanya,” ujar Anton kepada wartawan.
Meski demikian, Anton menolak mengungkap identitas orang yang dimaksud. Menurut dia, penyidik meminta seluruh pihak menjaga kerahasiaan proses penyidikan hingga penetapan tersangka dilakukan.
“Penyidik meminta waktu tinggal sedikit lagi untuk penetapan tersangka,” katanya.
Anton mengatakan, penyidik menyampaikan bahwa berkas perkara hampir rampung. Setelah itu akan dilakukan gelar perkara sebagai tahapan untuk menentukan status tersangka.
Saat ditanya apakah calon tersangka lebih dari satu orang, Anton kembali memilih irit bicara. “Nanti penyidik saja yang menyampaikan,” ucapnya.
Menurut Anton, pengungkapan perkara ini membutuhkan kehati-hatian karena minim saksi mata yang melihat langsung kejadian di lokasi.
“Kasus ini tidak seperti pembunuhan pada umumnya. Di lokasi tidak ada saksi yang melihat secara langsung,” katanya.
Meski begitu, ia memastikan penyidik telah mengumpulkan sejumlah alat bukti dan petunjuk penting. Tim penyidik bahkan disebut telah mendatangi Kabupaten Sumbawa Barat untuk memeriksa sejumlah saksi tambahan. “Penyidik sudah bekerja profesional,” ujarnya.
Hingga kini, dua barang milik korban yang dinilai penting dalam penyidikan belum ditemukan, yakni sepeda motor dan telepon genggam Nadya.
Karena itu, keluarga melalui tim kuasa hukumnya membuka sayembara bagi masyarakat yang dapat membantu menemukan sepeda motor korban.
“Kami memberikan hadiah Rp 20 juta bagi siapa saja yang menemukan sepeda motor korban,” kata Anton.
Motor yang dicari merupakan Honda Beat Pop warna biru dengan nomor polisi EA 6129 KB. Masyarakat yang mengetahui keberadaan kendaraan tersebut diminta melapor ke kantor kuasa hukum di Jalan Bung Karno Nomor 10, Kota Mataram.
Anton juga mengimbau masyarakat tidak takut menyerahkan barang bukti apabila menemukannya.
“Mungkin ada yang takut karena khawatir dijerat Pasal 221 KUHP tentang perintangan penyidikan. Kalau diserahkan melalui kami, akan kami lindungi,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP belum bersedia mengungkap perkembangan penyidikan secara rinci. Saat dimintai konfirmasi mengenai hasil pertemuan dengan keluarga korban, Dharma hanya memberikan jawaban singkat. “Intinya semua masih berjalan,” katanya.
Sebagai informasi, Nadya Dwi Ramadhany, mahasiswi semester VI Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Minggu (17/5) dini hari.
Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di atas kasur dengan posisi kepala menghadap utara.
Peristiwa itu terungkap setelah seorang rekan korban di Jakarta gagal menghubunginya sejak Jumat (15/5) malam karena telepon seluler Nadya tidak aktif. Rekan tersebut kemudian menghubungi keluarga korban di Sumbawa Barat.
Keesokan harinya, keluarga mendatangi kamar kos Nadya. Berkali-kali mengetuk pintu dan menghubungi telepon korban, namun tidak mendapat respons.
Merasa curiga, keluarga bersama teman korban mengintip kondisi kamar melalui ventilasi. Mereka mencium aroma menyengat dari dalam kamar. Setelah disenter, tubuh Nadya terlihat tergeletak di atas kasur.
Kunci cadangan kemudian digunakan untuk membuka pintu kamar. Korban ditemukan sudah meninggal dunia. Pemilik kos selanjutnya melaporkan penemuan tersebut kepada Bhabinkamtibmas setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Selaparang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *