Scroll untuk baca artikel
Daerah

Terima Gelar Menggala Gumi Sasak, Gubernur Iqbal Nyatakan Perang Terhadap Kemiskinan dan Kebodohan

×

Terima Gelar Menggala Gumi Sasak, Gubernur Iqbal Nyatakan Perang Terhadap Kemiskinan dan Kebodohan

Sebarkan artikel ini
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal (kiri) saat menerima penghargaan.

Mataram, katada.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, dianugerahi gelar kehormatan Menggala Gumi Sasak oleh Majelis Adat Sasak (MAS). Penganugerahan ini dilakukan dalam rangkaian Festival Budaya Lombok Mirah Adi sekaligus Milad ke-30 MAS di Golong, Narmada, Lombok Barat, Rabu (10/12/2025).

Gelar ini dimaknai sebagai mandat kepemimpinan kolektif yang adil dan bijaksana. Usai menerima gelar tersebut, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa musuh sejati masyarakat NTB saat ini adalah kemiskinan dan kebodohan yang harus diperangi bersama.

“NTB masih masuk 12 provinsi termiskin di Indonesia. Ada 106 desa miskin ekstrem, hampir 700 ribu warga miskin, dan lebih 100 ribu tergolong miskin ekstrem. Inilah yang harus kita perangi bersama,” tegas Iqbal di hadapan tokoh adat dan masyarakat.

Amanah Kepemimpinan Kolektif

Pengerakse Majelis Adat Sasak, Lalu Sajim Sastrawan, menjelaskan bahwa gelar Menggala merujuk pada konsep kepemimpinan tradisional Sasak yang harus mampu menghimpun seluruh elemen masyarakat dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

“Menggala itu pemimpin yang adil dan bijaksana. Ia memandang masyarakat sebagai kekuatan untuk membangun daerah. NTB bukan hanya Sasak, tetapi juga Samawa, Mbojo, dan Dompu yang harus berhimpun membangun tanah ini bersama,” ujar Sajim.

Menurut Sajim, dasar pemberian gelar ini merujuk pada falsafah Tri Datu (Datu Telu), yakni konsep kepemimpinan kolektif suku Sasak yang menyatukan unsur pemerintahan (Pengerakse), adat (Penghulu), dan agama (Pemangku). Falsafah ini menjadi mandat bagi Gubernur untuk menjalankan kepemimpinan kolektif di Gumi Sasak.

Jaga Soliditas dan Integritas

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan terima kasih dan memandang gelar Menggala Gumi Sasak sebagai pengingat tanggung jawab besar.

“Ini bukan hanya kehormatan, tetapi pengingat amanah, amanah memperjuangkan kemakmuran rakyat dan menjaga marwah Bangse serta Gumi Sasak, sekaligus NTB secara keseluruhan,” ucap Iqbal.

Iqbal juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan politik dengan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama. Ia mengajak seluruh elemen untuk move on, memaafkan masa lalu, dan fokus menjaga soliditas agar pembangunan NTB berjalan kondusif.

Ia menutup dengan memaparkan karakter kepemimpinan Sasak yang harus dicerminkan, yaitu Tindih (jujur dan berintegritas), Maliq (patuh pada tatanan aturan dan rela berkorban), serta Merang (rendah hati, tenang, namun tegas). (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *