Lombok Tengah, katada.id – Upaya pencarian terhadap nelayan asal Dusun Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, akhirnya membuahkan hasil. Darmawan, 46, yang dilaporkan hilang di perairan Teluk Awang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi (28/5).
Korban ditemukan Tim SAR gabungan sekitar pukul 08.10 WITA dalam keadaan mengambang di laut, sekitar 10 meter dari lokasi perkiraan awal korban terjatuh.
Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gede Eka Suarjana, mengatakan jasad korban langsung dievakuasi menuju rumah duka di Desa Batu Nampar, Lombok Timur.
“Korban sudah dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Gede Eka, Kamis (28/5).
Peristiwa itu bermula saat korban pergi melaut seorang diri pada Senin sore (25/5) sekitar pukul 16.30 WITA. Namun tiga jam kemudian, warga menemukan sampan milik korban mengapung tanpa awak di perairan Teluk Awang.
Warga sempat melakukan pencarian secara mandiri pada malam hari. Dalam pencarian tersebut, warga hanya menemukan pakaian korban di area keramba. Sementara tali pengikat sampan ditemukan dalam kondisi terputus.
Korban diduga terjatuh ke laut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi saat berupaya mengamankan perahunya.
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Mataram melalui Unit Siaga SAR Mandalika langsung mengerahkan personel beserta peralatan pendukung ke lokasi kejadian sejak Selasa (26/5).
Pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi penemuan sampan dan perairan sekitarnya. Tim SAR gabungan juga melakukan penyelaman serta penyisiran di pesisir pantai.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Mandalika, Pos TNI AL Teluk Awang, Pos Polair Mandalika Polda NTB, Tagana Lombok Tengah, Unit SAR Lombok Timur, PMI Lombok Timur, serta masyarakat nelayan setempat.
Korban akhirnya ditemukan pada hari keempat pencarian dalam kondisi meninggal dunia. (*)













