Usai Diperiksa Kejati NTB, Rekanan Tersangka Korupsi Jagung Puasa Bicara

0
Tersangka Lalu Ikhwan Hubi saat diperiksa di Kejati NTB. (Istimewa)

Mataram, katada.id – Penyidik Pidana Khusus Kejati NTB kembali memeriksa Direktur PT Wahana Banu Sejahtera (WBS) Lalu Ikhwan Hubi. Tersangka korupsi benih jagung tahun 2017 ini diperiksa sebagai saksu untuk tersangka lain.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Dedi Irawan dalam siaran persnya menerangkan, sesuai jadwal, tersangka LIH (Lalu Ikhwan Hubi, Red) diperiksa dari pukul 09.00 Wita. Ia diperiksa hingga pukul 14.00 Wita.

Baca Juga: Positif Covid-19 Lagi, Tersangka Aryanto Prametu Batal Ditahan

“Jadi pemeriksaannya sebagai saksi untuk tersangka lain (tiga tersangka),” ungkap Dedi, Rabu (27/4).

Setelah keluar dari ruang pemeriksaan, Lalu Ikhwan yang dikawal petugas Kejati NTB puasa bicara. Ia bungkam dan menolak memberikan keterangan saat ditanya wartawan.

Rekanan pengadaan benih jagung ini berjalan menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Polda sebagai tahanan titipan jaksa.

Baca Juga: Mantan Kepala Distanbun NTB ditahan terkait kasus korupsi benih jagung

Dalam kasus ini, Kejati NTB menetapkan empat tersangka. Mereka adalah mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Husnul Fauzi, pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan benih jagung saat itu I Wayan Wikanaya, Direktur PT Wahana Banu Sejahtera (WBS) Lalu Ikhwan Hubi dan Aryanto Prametu, selaku Direktur PT SAM.

Tiga tersangka telah ditahan di Rutan Polda NTB. Sementara, tersangka Aryanto Prametu batal ditahan karena masih terpapar covid-19.

Baca Juga: Kejati NTB Selidiki Pembangunan Gedung IGD dan ICU RSUD Lombok Utara

Sebagai informasi, pengadaan benih jagung ini dilakukan dua tahap melalui Distanbun NTB. Paket pekerjaan pengadaan benih jagung oleh PT. SAM sejumlah 480 ton benih jagung dengan nilai kontrak sebesar Rp17.256.000.000. Sedangkan paket pekerjaan pengadaan benih jagung oleh PT WBS sejumlah 849 ton dengan nilai kontrak sebesar Rp31.763.230.000.

Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp15 miliar lebih. Kerugian tersebut hasil perhitungan mandiri penyidik Kejati NTB. Kerugian negara muncul dari dua paket pengadaan tersebut, yakni dari PT SAM Rp8 miliar dan PT WBS Rp7 miliar. (sm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here