Scroll untuk baca artikel
DaerahNasional

500 KK di Bima Kesulitan Air, Mirah Midadan Fahmid Turun Tangan, Salurkan 40 Ribu Liter

×

500 KK di Bima Kesulitan Air, Mirah Midadan Fahmid Turun Tangan, Salurkan 40 Ribu Liter

Sebarkan artikel ini
Warga Bima NTB memadati lokasi Distribusi Air dari Senator Mirah Midadan Fahmid

Bima, katada.id — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Mirah Midadan Fahmid merespon keluhan warga Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengalami kesulitan air bersih.

Menggandeng Matahari Pagi Indonesia Provinsi NTB dan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Bima, senator Mirah menyalurkan bantuan 40.000 liter air bersih kepada masyarakat.

Penyaluran air bersih itu diberikan untuk Desa Waduwani, Desa Roka, Desa Nata dan Desa Teke. Kegiatan yang berlangsung 26–27 September 2026 itu memenuhi kebutuhan sekitar 500 kepala keluarga atau 1.545 jiwa yang menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.

Mirah mengatakan, bantuan tersebut merupakan ikhtiar untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus menjadi pengingat bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus terus diperjuangkan,” kata Mirah, Selasa (29/9).

Menurut dia, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditunda.
Karena itu, Mirah menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi penting dalam merespons kondisi tersebut.

Bantuan air bersih tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.

Mirah juga mengapresiasi keterlibatan Matahari Pagi Indonesia NTB dan TRC-PB BPBD Kabupaten Bima dalam proses penyaluran bantuan.

“Semoga semangat gotong royong ini terus tumbuh untuk membantu masyarakat Bima,” ujarnya.

Anggota DPD perwakilan NTB ini berharap perhatian terhadap persoalan air bersih di Kabupaten Bima tidak berhenti pada bantuan saat kondisi darurat.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih juga perlu diikuti dengan upaya penyediaan akses air yang berkelanjutan.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, persoalan ini harus terus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Masyarakat empat desa itu menyambut antusias bantuan yang diberikan Senator Mirah Midadan Fahmid. Hal itu terlihat saat mereka memadati lokasi pembagian untuk mendapatkan air bersih (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *