Dompu, katada.id – Sebanyak 33 calon pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu menjalani tahapan akhir seleksi, yakni wawancara langsung dengan Bupati Dompu Bambang Firdaus, Selasa (4/8/2026).
Wawancara yang berlangsung di Kantor Bupati Dompu itu merupakan bagian dari proses seleksi terbuka untuk mengisi 11 jabatan pimpinan tinggi pratama yang saat ini masih lowong.
Seluruh peserta sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi, rekam jejak, penulisan makalah, asesmen kompetensi, hingga penilaian panitia seleksi (Pansel).
Dalam tahapan terakhir ini, bupati ingin mengenal lebih jauh kapasitas kepemimpinan, kompetensi, serta visi para kandidat apabila dipercaya memimpin organisasi perangkat daerah (OPD).
Berdasarkan jadwal yang diterbitkan BKD dan Pengembangan SDM Kabupaten Dompu, wawancara dimulai pukul 08.00 Wita hingga 14.00 Wita.
Adapun tiga besar yang mengikuti tes wawancara langsung oleh bupati untuk posisi Asisten Administrasi Umum, yakni Mahjulan, Mujahidin, dan Soekarno.
Kepala BKD dan Pengembangan SDM, ada nama Abdul Suhud, Azuardana, dan Mohammad Fadilah.
Selanjutnya, Kepala Badan Kesbangpol, yakni Edyson, Zainal Afrodi, dan Zulkarnain. Tiga besar posisi Kepala BPBD, yakni Agus Irawan, Rini Nurdahniah, dan Wan Muhtajun.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah, yakni Laela Soraya, Mahjulan, dan Soekarno.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, yakni Mujahidin, Edyson, dan Sukarman. Kepala Dinas Koperasi, UKM, yakni M. Karwapi, Rahmat Hidayat, dan Wahyono.
Kemudian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, yakni David, Suparman, dan Wan Muhtajun. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, yaitu David, Muhamad Susatio, dan Rahmat Hidayat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, yakni Irfan, Juliadin, dan Moh. Yassir Araffat. Terakhir, Sekretaris DPRD, yakni Anike Kusumawati, Dwi Erza Zily Surya Dharma, dan Furkan
Wakil Ketua DPRD Dompu Kurnia Ramadhan menilai langkah bupati melakukan wawancara langsung terhadap para kandidat merupakan bentuk komitmen dalam menerapkan sistem merit di lingkungan birokrasi.
“Apa yang dilakukan bupati dengan mewawancarai langsung calon pejabat JPT Pratama merupakan sesuatu yang luar biasa. Proses tersebut adalah bagian dari sistem meritokrasi untuk menilai kompetensi, kualifikasi, dan kinerja secara adil tanpa memandang latar belakang non-objektif,” kata Kurnia.
Ia berharap dalam sesi wawancara, bupati dapat menggali secara mendalam kapasitas kepemimpinan para kandidat, kemampuan menyelesaikan persoalan, pemahaman terhadap visi dan strategi instansi, integritas, komitmen bekerja, kompetensi manajerial, kemampuan mengambil keputusan strategis, hingga gagasan inovatif yang akan diwujudkan apabila terpilih.
“Dengan demikian, calon JPT Pratama yang terpilih benar-benar merupakan figur yang siap menerima tantangan untuk mewujudkan visi Dompu Maju dan membangun daerah Bumi Nggahi Rawi Pahu bersama Bupati,” pungkasnya. (*)












