Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Digitalisasi BOS Kinerja 2026 Jadi Fokus Bimtek SMAN 2 Donggo

×

Digitalisasi BOS Kinerja 2026 Jadi Fokus Bimtek SMAN 2 Donggo

Sebarkan artikel ini
Kepala SMAN 2 Donggo Ridwan menyampaikan sambutan saat Bimtek Digitalisasi BOS Kinerja Tahun 2026, Kamis (24/9).

Bima, katada.id – SMAN 2 Donggo, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi BOS Kinerja Tahun 2026 pada Kamis (24/9). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Gugus 3 yang mencakup wilayah Kecamatan Donggo dan Kecamatan Soromandi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SMAN 1 Soromandi M. Rifial Akbar dan Kepala SMKN 2 Soromandi Juwaidin.

Kepala SMAN 2 Donggo Ridwan mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepada sekolah sebagai penerima BOS Kinerja 2026 merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Menurut Ridwan, pengelolaan BOS Kinerja harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, pengelolaannya perlu dilakukan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Bagi SMA Negeri 2 Donggo, kepercayaan sebagai sekolah terbaik/penerima BOS Kinerja Tahun 2026 bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Ridwan.

Dia mengatakan perkembangan teknologi mendorong satuan pendidikan untuk terus beradaptasi, termasuk dalam tata kelola sekolah. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja.

“Digitalisasi tidak sebatas penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga menyangkut pembentukan budaya kerja yang lebih efektif, tertib, cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan Bimtek, peserta diharapkan dapat memahami pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung berbagai tahapan pengelolaan program BOS Kinerja, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dokumentasi hingga pelaporan.

Ridwan berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan melalui praktik di masing-masing sekolah.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat dilanjutkan dengan praktik dan implementasi nyata di sekolah masing-masing,” katanya.

Dia juga menilai keterlibatan peserta dari Gugus 3 Kecamatan Donggo dan Kecamatan Soromandi penting untuk memperkuat kolaborasi antarsatuan pendidikan.

“Saya mengajak peserta menjadikan Bimtek sebagai ruang untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta memperkuat kerja sama dalam pengelolaan pendidikan,” kata Ridwan.

Integrasikan Digitalisasi dengan Kearifan Lokal

Ridwan mengatakan SMAN 2 Donggo berupaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal.

Salah satu nilai yang terus dijadikan landasan moral di lingkungan sekolah adalah “Maja Labo Dahu”. Nilai tersebut dimaknai sebagai rasa malu melakukan hal yang tidak baik dan rasa takut melakukan kesalahan.

Menurut Ridwan, nilai tersebut dapat menjadi landasan dalam membangun integritas dan tata kelola sekolah yang bertanggung jawab.

“Nilai tersebut mengajarkan kita untuk memiliki rasa malu melakukan hal yang tidak baik dan rasa takut melakukan kesalahan, sehingga dapat menjadi dasar dalam membangun integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin,” ujarnya. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *