Scroll untuk baca artikel
Daerah

Dispar KLU Gembleng Ratusan SDM Pariwisata dan Perkuat Branding Daerah

×

Dispar KLU Gembleng Ratusan SDM Pariwisata dan Perkuat Branding Daerah

Sebarkan artikel ini
Penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal serta masifnya pemasaran dan branding destinasi wisata. (dok)

Lombok Utara, Katada.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pariwisata terus memacu kualitas sektor pariwisata daerah di tahun 2026 ini.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal serta masifnya pemasaran dan branding destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata KLU Denda Dewi Tresni Budi Astuti membeberkan, sepanjang tahun 2025 sebanyak 410 SDM pariwisata lokal telah mendapatkan pembekalan kepariwisataan.

“Sebanyak 220 orang di antaranya telah mengantongi sertifikasi kompetensi sesuai standar industri,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Dispar KLU terus melakukan upaya memperkuat daya saing pariwisata daerah. Di antaranya, program pelatihan mencakup sertifikasi front office, pramuwisata muda, upselling bahasa Inggris, tata kelola bisnis, pelatihan pemandu selam, hingga sertifikasi higiene dan sanitasi.

Selanjutnya, sebanyak 22 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mendapatkan pendampingan intensif untuk memperkuat tata kelola destinasi berbasis masyarakat.

Di samping itu, Gili Festival 2025 berhasil menembus Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, Desa Wisata Senaru menggaet penghargaan nasional, serta suksesnya penyelenggaraan 10 festival budaya dan atraksi daerah.

Sepanjang tahun 2025, Lombok Utara turut menyelenggarakan 10 event daerah. Di antaranya Lombok Coffeeland, Parade Budaya, Gili Festival & Mandi Safar, Pameran Pembangunan, Mulud Adat, Sail Indonesia, Pemilihan Teruna Dedara, Gawe Beleg, dan Sasak Fest.

Dewi menegaskan, penguatan SDM merupakan fondasi utama mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Sebab itu di tahun 2026 ini, Pemkab KLU tidak hanya mengejar kuantitas kunjungan wisatawan, tetapi juga kualitas layanan para pelaku wisata di lapangan.

“Kami tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas layanan dan kesiapan pelaku wisata lokal agar mampu bersaing,” ujar Dewi.

Melalui sinergi antara peningkatan SDM yang tersertifikasi dan branding daerah yang kuat, Pemkab Lombok Utara optimistis pariwisata KLU tumbuh secara inklusif dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. (ham)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *